Bingkai Budaya. : Aditya I Situmorang - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

9 Jan 2023

Bingkai Budaya. : Aditya I Situmorang

 Bingkai Budaya.

: Aditya I Situmorang

Pemandu wisata mengajak  para wisatawan lokal dan mancanegara untuk menelusuri tempat-tempat menjadi pusat destinasi wisata dikepulauan ubud.

Membangkitkan kembali roda perekonomian yang sempat mati suri akibat wabah pandemi covid 19 .

Warga setempat bahkan ikut memeriahkan berbagai macam festival dan pameran karya seni telah diselenggarakan.

Terumbu karang adalah paru-paru bagi segala spesies serta biota laut terhampar cantik disepanjang bibir pantai laguna

Airnya sangat bersih dan begitu jernih seolah ada sentuhan magis setiap kali aku membasuh tubuhku.

Nilai eksotis serta beragam filosofi terukir indah melalui tangan-tangan terampil disetiap motif kain batik.

Masyarakat hidup berdampingan selaras dengan pluralisme multikulturalisme serta nilai norma dan hukum adat.

Jika kalian mampir kekota kami jangan lupa mencicipi kudapan lokal siap membuat lidahmu terbakar sensasi rempah pedas.

Membeli aneka kerajinan dan sovenir sebagai cendera mata untuk orang-orang tersayang serta handai taulan dirumah.

Mencari hotel dan penginapan strategis agar aku dapat bermalam disini bersama sahabat dan ayah ibu di dekat pantai kuta.

Menelusuri setiap sudut perkotaan dan angkringan tempat nongkrong para kaula muda bersua foto bersama teman sebaya.

Berbagai macam karya seni rupa serta pertunjukan pentas budaya dari berbagai daerah berkumpul ditengah pusat keramaian.

Tak ada lagi garis pemisah antara minoritas dan mayoritas tak ada lagi diskriminasi serta provokasi yang ada hanyalah perdamaian.

Bersatu dibawah panji bendera merah putih mengibarkan patriotisme serta rasa nasionalisme terukir apik bersama bingkai budaya .


8-01-2023

Origami

Oleh :  Aditya Irfan Situmorang

Bagaikan kertas origami menciptakan beragam ekspresi cita rasa keindahan dibalik warna-warninya.

Bola matamu memancarkan aura berbeda setiap kali membayangkanmu.

Ingin rasanya terus memandangimu mengabadikannya sebagai wallpaper di layar ponselku sebelum kita resmi berpisah.

Membayangkanmu sedang bersama gadis lain terasa bagaikan kita terlibat dalam sebuah skenario yang kita buat.

Menakjubkan bukan ? Musim panas datang dipertengahan tahun 2019 dan disaat itulah benih-benih cinta diantara kita mulai tumbuh bersemi.

Membeli permen kapas dan berbagai aneka jajanan dipasar malam dan menyaksikan parade karnaval di coney island.

Menungganggi roller coaster berdua bersamamu dan bersua foto kemudian mengunggahnya ke akun sosial mediamu.

Dan jika tak keberatan bolehkah aku bersandar dipundakmu ketika aku membutuhkan tempat untuk sejenak meluapkan isi hatiku.

Memainkan supercut serta mendengarkan lagu favoritmu dan tertawa dan menangis di taxi sembari menikmati indahnya panorama jingga.

Setiap saat kita selalu jatuh terperdaya kedalam cinta sangat bergairah dan memesona laksana tenggelam dalam bintang bertengger 

Dilangit malam terombang ambing di birunya samudera pantai menjadi saksi bisu romantisme antara kisah cinta jack dan rose.

Dan anehnya aku selalu jatuh cinta dan terpikat padamu setiap kali aku mendapatimu memakai t-shirt berwarna putih bergaya kasual.

Dengan rambut berantakan dan kau menyiraminya dengan air mineral menimbulkan kesan liar nakal dan terlihat sangat brutal dimataku.

Membiarkanmu tertidur pulas disampingku dalam keadaan mabuk dan tanpa sadar kamu memanggil namaku seakan tiada lagi bahasa yang kau dapat gunakan.

Dan jika suatu hari nanti kamu membiarkan perasaanku mengering bagaikan kemarau panjang menyebabkan bunga bunga yang kita tanam bersama mati karena kekeringan.

Berjanjilah padaku kamu akan bertahan bersamaku dalam pertempuran besar sekalipun dan ingatlah satu hal aku akan selalu menjadi milikmu seutuhnya hingga terdengar bunyi  tembakan 

Salvatore Membasahi pakaianmu penuh dengan bersimbah darah dan perlahan kamu kehilangan kesadaran dan bermimpi tentang pencerahan dan liontin bertuliskan namamu  akan selalu 

kukekanakan sebagai tanda serta bukti betapa besarnya rasa kasih sayangmu dan terima kasih atas segala pengorbananmu dan waktu  yang telah kita lalui bersama jadi maukah kamu

Berlari bersamaku ?


Seribu Lampion

Karya : Aditya Irfan Situmorang

Pergantian tahun sudah menanti di depan mata.

Anak-anak dan para orang tua menyalakan lampion kemudian menerbangkannya ke langit.

Berharap keselamatan dan perdamaian selalu menyertai  penduduk dan warga dipenjuru negeri.

Seluruh umat agama dan lapisan masyarakat ikut berpartisipasi merancang berbagai desain dan bahu membahu bergotong royong.

Dari merapihkan buku-buku dan menatanya kembali ke dalam rak-rak kaca sampai menulis daftar resolusi menempelkan dipintu kamar.

Pandemi telah mengajarkan bagaimana kita telah kehilangan naluri dan jati diri sebagai makhluk sosial senantiasa berbagi terhadap sesama.

Memberikan atribusi secara aktif membuktikan bahwa perbedaan mampu menciptakan keunikan dalam hegemoni budaya.

Zaman terus berkembang mengikuti arus mobilisasi teknologi dan globalisasi menciptakan trend busana dan riasan make up setiap tahunnya.

Bagaikan piring-piring dan cangkir bermotif bunga tertata rapih didalam etalase meskipun corak dan warnanya beragam.

Berbagai ragam jenis kerajinan tangan dan aneka sajian kuliner nusantara kaya akan rempah dan kaya akan bumbu siap memanjakan lidah .

Pasar dan pertokoan tak pernah sepi pengunjung mobil antik berderet rapih disepanjang jalan menuju kawasan malioboro. 

Dari jauh mengamati orang –orang sibuk mengabadikan dan mengambil momen dalam bingkai polaroid tak satupun melewatkannya.

Jingga berkilau pantulannya membius sempurna disepanjang laguna para pelayan membawa hasil tangkapan laut ciptakan aroma dan sensasi gurih.

Alunan musik bernuansa jazz dibawakan secara apik oleh musisi lokal di sebuah kedai kopi tempat kaula muda nongkrong bersama teman sebaya. 

Siap memanjakan lidah para penikmatnya, kecantikanmu pesonamu mampu memancarkan mengundang dan menuai decak kegaguman wisatawan lokal.

Dan turis mancanegara datang berkunjung sejenak melepas penat dan bisingnya hiruk pikuk perkotaan dan padatnya aktivitas di meja kantor.

Sekarang saatnya kita semua berkumpul disini di tempat ini bersama orang-orang tersayang selalu menemanimu disaat kamu membutuhkan uluran tangan.

Membawa harapan baru sama seperti sebuah lampion melambung terbang semakin tinggi jauh melintasi waktu dan lorong langit diantara gugusan bintang.

Jangan biarkan diri ini terhanyut oleh rasa sedih tak berkesudahan sebab tak semuanya berhak kita dapatkan.,berikan kesempatan kepada mereka untuk bersinar.

Jadikan dirimu seperti layaknya lampion meretas kegelapan dan menebarkan semangat kepada handai taulan dan sanak famili sebab mereka adalah harta terindah.

Jadikan dirimu sendiri seorang panutan sebab semua orang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri dan menjemput mimpinya dimasa mendatang.

Banyak wanita tangguh diluar sana mendedikasikan dirinya demi kemajuan negeri serta memberantas kemiskinan dan buta huruf yang masih memprihatinkan serta menjadi ancaman serius.

Rela tak dibayar sepeserpun bahkan ikhlas mengabdi hingga menjelang masa tua hingga tak mampu berjalan melihat bahkan terbujur kaku di pembaringan.sebab mereka adalah pahlawan tanpa 

Tanda jasa….

Tidak ada kata terlambat selama gerbang pintu masih terbuka lebar dan selama kesempatan dan berjuta peluang menanti didepan mata karena kita adalah para pemimpi berjuang sebelum.

Mendapatkan apa yang kita inginkan jangan habiskan masa mudamu dengan melakukan hal-hal tak berguna terlibat kenakalan remaja bahkan membuat onar kepada lingkungan sekitar.

Jangan biarkan semangatmu redup termakan oleh omong kosong  memyudutkanmu anggaplah itu sebagai bomerang yang akan berbalik menyerang diri mereka sendiri. mari kupertegas

Sekali lagi dan katakan ini dengan lantang bergema yakinkan diri bahwa tuhan memiliki rencana tak terduga buat hambanya yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya….

2-1-2023


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com