Puisi Sudahlah … Syukuri |: Nofieana Gusti Winata - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

24 Nov 2022

Puisi Sudahlah … Syukuri |: Nofieana Gusti Winata

  Sudahlah … Syukuri

Oleh: Nofieana Gusti Winata


Pagi ini mentari bersinar lagi

Meninggalkan embun di kelopak mawar berduri

Selalu indah untuk diamati

Terlalu luas untuk dipahami

Hari terus berganti menyusuri sunyi

Ada sepi yang menyayat relung hati

Langkah ini gamang untuk menapaki

Mendekap sepi amarah mengawasi

Sudahlah … syukuri

Tak selamanya hujan membasahi

Bukankah mentari akan membersamai

Melerai sepi menuju tawa berseri

Saat amarah merasuki

Melirihkan pilunya pada Maha Suci

Saat damai kudapati

Fatamorgana beranjak pergi

Bukittinggi, 24 November 2022









Tak Akan Terganti

Oleh: Nofieana Gusti Winata


Dikeheningan malam kubermimpi

Memeluk erat sosok yang telah lama pergi

Lama tak kulihat wajah abi

Rindunya sulit untuk diobati

Abi… sebelas tahun kulalui

Tanpa wejangan yang tulus membersamai

Abi … lihatlah anakmu ini

Menanggung ragam dalam sunyi

Abi … lihatlah wajah ummi

Masih gamang mengurai sepi

Tatapannya nanar tak tahu ke mana pergi

Kami sibuk mengejar dunia ilusi

Mungkin kami tak tahu diri

Mungkin kami tak ingin peduli

Namun hati kami memahami

Doa ummi laksana pedang mengiringi

Bukittinggi, 24 November 2022









Makin Kupahami

Oleh: Nofieana Gusti Winata


Diamku kau anggap sepi

Diamku kau ibaratkan ilusi

Tapi hadirku selalu kau rindui

Warnaku selalu kau sukai

Duhai hati

Begitu sulit kupahami

Debarannya bergema dalam diksi

Menguntai asa agar bahagia kudapati

Makin kumengerti

Berbagai warna pelangi datang menghampiri

Yang terbaiklah akan selaras dengan hati

Kisahnya membentengi diri

Yang redup akan segera pergi

Seiring hati yang mulai terobati

Mentari akan kembali berseri

Menghapus duka elegi

Bukittinggi, 24 November 2022









Bionarasi

Fiana Winata. Wanita kelahiran Cirebon, Jawa Barat saat ini berdomisili di Bukittinggi. Menyukai menulis sejak usia remaja. Menulis merupakan cara yang terbaik untuk menghargai setiap kisah yang telah Allah persiapkan. Menulis lima buku tunggal puisi dan dua puluh dua antologi. Beberapa tulisan sudah dimuat dalam surat kabar dan media online Indonesia dan Malaysia. Silakan sapa penulis ig.ofie_gw atau fb.Fiana Winata.


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com