PUISI KURNIA HIDAYATI | DONGENG BUKU-BUKU - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

11 Mei 2022

PUISI KURNIA HIDAYATI | DONGENG BUKU-BUKU

 PUISI KURNIA HIDAYATI


DONGENG BUKU-BUKU

1/

Serupa berjalan di baris terakhir

Menuju ketiadaan 

Lagu perpisahan dan perjuangan

Serta kabar kematian aksara samar terdengar 

dari ambang pintu


Dekat papan tulis dan meja guru

Kami melihat mereka menatap ke depan tapi sarat kehampaan

Ruang kelas hanyalah kotak empat persegi yang menjelma pabrik mimpi

Jiwa-jiwa terpasung di bawah langit abu-abu, tanpa pelangi

Betapa angka nilai di lembar ijazah begitu berarti, seperti sang penyelamat!

Yang menetaskan ribuan kaifiat dan janji-janji abadi

“keluar dari kelas ini kalian akan jadi presiden, menteri, direktur! Asal, nilai ujian kalian mencukupi.”

pijar harapan seakan mudah mendarat dalam genggaman

Padahal segala rupa hari esok tiada mudah dipastikan 


2/

apakah mereka mendengar kami?

Kersik lembaran dan kata-kata yang papa pembaca

 kini kami serupa museum tanpa pengunjung

Debu mengurapi seluruh badan dan rayap mengambil kapling-kapling makanan.

Pelan-pelan kami disingkirkan di antara bangkai benda-benda, dijual kiloan dijadikan alas gorengan

Betapa kami memuji Tuhan yang telah menciptakan tangan-tangan para penulis buku

Sehingga kami ada 

menjadi untai kata dan ilmu berharga

3/

ucapkan salam pada ponsel pintar dan segala niat merunut contekan

tugas, ulangan, serupa semut kecil yang mudah ditaklukkan

sebab internet menjelma ilmuwan yang cekatan 

yang mudah disuruh melarikan kata-kata mencari rumus apa saja

betapa ajaib!

Diskusi kritis semakin lama semakin raib


Nyaris tak tampak lagi tubuh-tubuh berpeluh yang giat memburu buku-buku

Di perpustakaan di antara rak-rak kaya tulisan

Kini sunyi tak berpenghuni melahirkan kisah-kisah menyeramkan


4/

dari aksara menjadi aksara 

Kami berpasrah kepada usia

Setidaknya dulu kami pernah bahagia menemui banyak mata berpijar sempurna

Mendapati banyak hal yang belum mereka duga

Kami dibawa kemana-mana menjadi karib paling setia 


Semoga suatu hari kenangan itu terulang kembali

Meskipun kami tak lagi yakin 

akan menemui hari-hari lain


Batang, 23 Januari 2017





Biodata Kurnia Hidayati

Kurnia Hidayati lahir di Batang, Jawa Tengah, 1 Juni 1992. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di media massa local dan nasional. Di antaranya Media Indonesia, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Indopos, Riau Pos, Suara Karya, Banjarmasin Pos, Pos Bali, Bandung Ekspress, Majalah Sastra Kalimas, Minggu Pagi, Joglosemar, Ogan Ilir Ekspress, Buletin Jejak, Haluan Padang, Koran Merapi, Radar Surabaya, Suara NTB, Metro Riau, Solopos, Harian Cakrawala Makassar, Harian Bhirawa, Tabloid Duta Selaparang, Radar Seni, Radar Pekalongan, Buletin Mantra, mayokoaiko.com, unsa27.net, C-Magz, kabaran.id. biem.co, nusantaranews.id, dan lain-lain. Serta tergabung dalam puluhan buku antologi bersama.  Buku puisi tunggalnya berjudul “Senandika Pemantik Api” terbit tahun 2015. Bisa dihubungi melalui instagramnya @katakurnia. 



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com