005

header ads

Puisi Sulistyo

 

BULAN SABIT INI (SEHARUSNYA) UNTUKMU 

 

Ini malam keseratus kali aku menemuimu 

keseratus kali juga kau tak menemuiku

Seandainya kau tahu apa yang kugenggam di tangan kananku 

pasti kau akan meloncat kegirangan dan menciumiku seratus kali tanpa henti 

Bulan sabit yang kelelahan menggelantung di langit malam 

terjatuh di rerumputan

kuambil lalu kebersihkan dan kuberi pita warna jingga 

Ya, bulan sabit yang seratus hari lalu ingin kau miliki untuk penghias bando di rambutmu, sekarang ada digenggamanku 

 

Mulya Asri, 29 Maret 2022

 

Sulistyo 

Lahir dan besar di Kudus. Puisi-puisinya terkumpul dalam buku antologi tunggal Episode Bulan, Aku Ingin Kembali Menulis Puisi, Sajak Pendek Untuk Tuhan, Jejak, Suatu Ketika, dan Masih Ada Hujan di Pagi Bulan Juni. Berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ).




 


Posting Komentar

0 Komentar