Pidato kebudayaan bertajuk "Menjadi Gandum di Antara Ilalang". - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

24 Jun 2021

Pidato kebudayaan bertajuk "Menjadi Gandum di Antara Ilalang".


Dalam rangka ulang tahun ke-4, Sivitas Kotheka menggelar pidato kebudayaan bertajuk "Menjadi Gandum di Antara Ilalang". Judul ini terinspirasi sebuah ibarat dalam Kitab Perjanjian Baru. Dekadensi kebudayaan yang ditandai oleh kesulitan ekonomi karena kesejahteraan yang tidak merata, keserakahan yang memicu perilaku korup, kemerosotan akhlak para politisi dan pemimpin, fanatisme golongan, dan seterusnya, kian mendorong umat, wa bil khusus manusia Indonesia, ke kebangkrutan yang lebih masif di segala bidang. Dalam khazanah pengetahuan lama, hidup tak selaras ini dikenal dengan nama Zaman Edan (Serat Kalatidha), Era Kalabendu (Jangka Jayabaya), Siklus Kaliyuga (filosofi Hindu), dan sebagainya. Harmoni hanya bisa dicapai jika kejatuhan moral tersebut diredam, di antaranya dengan tetap menjadi waras di tengah kegilaan. Tentu, bertahan hidup dalam akal sehat, empati, dan prasaja di tengah kesintingan bukan perkara mudah. Tetapi, mungkinkah menjadi setangkai gandum di tengah hamparan ilalang?

INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com