Pidato kebudayaan bertajuk "Menjadi Gandum di Antara Ilalang". - negerikertas.com

.

(Mulai 1 Agustus 2021 setiap Cerpen yang dimuat di negerikertas.com mendapat honor Rp 100.000)

Pidato kebudayaan bertajuk "Menjadi Gandum di Antara Ilalang".


Dalam rangka ulang tahun ke-4, Sivitas Kotheka menggelar pidato kebudayaan bertajuk "Menjadi Gandum di Antara Ilalang". Judul ini terinspirasi sebuah ibarat dalam Kitab Perjanjian Baru. Dekadensi kebudayaan yang ditandai oleh kesulitan ekonomi karena kesejahteraan yang tidak merata, keserakahan yang memicu perilaku korup, kemerosotan akhlak para politisi dan pemimpin, fanatisme golongan, dan seterusnya, kian mendorong umat, wa bil khusus manusia Indonesia, ke kebangkrutan yang lebih masif di segala bidang. Dalam khazanah pengetahuan lama, hidup tak selaras ini dikenal dengan nama Zaman Edan (Serat Kalatidha), Era Kalabendu (Jangka Jayabaya), Siklus Kaliyuga (filosofi Hindu), dan sebagainya. Harmoni hanya bisa dicapai jika kejatuhan moral tersebut diredam, di antaranya dengan tetap menjadi waras di tengah kegilaan. Tentu, bertahan hidup dalam akal sehat, empati, dan prasaja di tengah kesintingan bukan perkara mudah. Tetapi, mungkinkah menjadi setangkai gandum di tengah hamparan ilalang?

.