Puisi Uki Bayu Sedjati - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

2 Nov 2020

Puisi Uki Bayu Sedjati

 


Karya : Uki Bayu Sedjati



Perjalanan


(: ning)



liuk berliku memutari bukit 

menyusuri jalan merambat lambat

tumbuhan di kanan kiri rimbun

hadirkan aroma hilangkan penat

yang menyesap menyusup hangat

sepenuh hati

dalam dekap

cintaku


bukit indah yang menurun

jalur sungai yang mengalir

arus liar

jeram

pemandangan yang mendebarkan

pengalaman yang mengasyikkan


berpegang erat jemari kita

lewati jembatan bambu licin lumut

kedua lengan merangkul lutut

lemak tubuh menyatu

pinggang meregang erat dalam peluk

mengaliri nadi seirama degup

O, perjalanan masih panjang

masih bertaut


air menciprat sejuk nyaman

jernih di mata bening di hati

riap rambut basuh basah

“tak pernah disentuh handuk,

tubuhpun tidak,” ujarmu lembut

agar paham lekak-lekuk hidup

bersahaja

seperti akar pada tanaman

udara di dalam dan di luar diri

diselaraskan pori-pori

pengelola rindu kita

selalu





Tangerang Selatan - Indonesia,  25 September 2019 



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com