005

header ads

Fileski dan Biola Pustaka: Kisah Inspirator Literasi

W. Tanjung Files, atau lebih dikenal dengan nama pena Fileski, seorang aktifis literasi dari Madiun yang kerap membuat aksi biola pustaka (pustaka keliling).

 Madiun – Siang menjelang sore, Fileski berkunjung di sebuah taman baca milik kawannya. Ia punya kegemaran pada hal-hal yang berbau buku dan anak-anak, ia berharap di taman baca itu bisa menemukan keceriaan anak-anak yang sedang asik membaca buku. Tapi, apa yang ia temui membuatnya gusar setiap kali ia bekunjung ke taman baca. Jika tidak karena kondisinya sepi, sebab taman baca tidak mempunyai koleksi buku-buku yang bagus, juga karena faktor tidak ada fasilitas wifi. Ada beberapa taman baca yang punya fasilitas wifi, namun malah membuat anak-anak sibuk bermain game online, bukannya menggali pengetahuan dari buku-buku yang tersedia di taman baca. 


 Akhirnya ia menemukan sebuah ide bagaimana membuat anak-anak kembali punya semangat untuk membaca buku. Fileski merenung dan menemukan kata yang tepat untuk aksinya. “Saya terdiam dan mencari kata yang tepat untuk sebuah aksi. Akhirnya tersirat sebuah pemikiran bagaimana kalau saya memakai istilah Biola Pustaka,” kata Fileski. “Saya pilih kata ini karena biola sudah sangat akrab dengan diri saya. Saya sering diundang tampil di berbagai ajang sastra bersama biola, baik di dalam maupun di luar negeri, membawakan pertunjukan nyanyian puisi. Selain itu saya juga akan menyumbangkan buku-buku yang saya punya, dan juga akan bercerita tentang pengalaman-pengalaman menarik selam tour sastra di luar negeri. Saya yakin hal ini bisa memotifasi anak-anak untuk punya mimpi yang tinggi dan kembali bersemangat membaca buku.” tambahnya.


 Namun ada satu kondisi yang membuatnya prihatin. “Saat itu saya terus berfikir, bagaimana cara melancarkan aksi biola pustaka ini? Maklum, saat itu saya belum punya banyak koleksi buku bacaan untuk anak-anak. Koleksi buku saya sangat terbatas, itupun kebanyakan buku-buku sastra yang berat, tidak menarik untuk dibaca anak-anak.” imbuhnya.


 Fileski berusaha menyisihkan hasil pendapatannya dari mengajar biola untuk membeli buku yang cocok bagi anak-anak. Ia juga bongkar-bongkar gudang rumahnya untuk mencari buku anak yang masih layak baca, terkumpul 40 eksemplar buku.


 “Dari situlah saya mulai keliling ke taman-taman baca untuk aksi biola pustaka, dan menyumbangkan buku yang telah saya kumpulkan untuk taman baca yang saya kunjungi. Selain itu saya juga keliling mencari sumbangan buku ke teman-teman, sodara, dan orang-orang jauh yang saya kenal punya kepedulian terhadap literasi. Saya mencari sumbangan buku secara door to door, dan juga menggunakan media online untuk berkomunikasi melalui media sosial. Dan, saya mendapatkan 46 eksemplar,” kenangnya.(*)


 ===================================

Informasi untuk para pemilik taman baca atau perpustakaan yang kekurangan koleksi buku, kami berusaha membantu anda untuk menyumbangkan buku bacaan. Silakan tulis permintaan dengan menyebutkan: 

Nama:

Nomer telp:
Alamat lengkap:
Lamirkan foto-foto kegiatan yang sudah pernah dilakukan. 

Kirim via email ke biolapustaka@gmail.com 

dengan subjek: MEMBUTUHKAN. 

Bagi teman-teman yang ingin menyumbang buku layak baca, 

kirimkan email dengan subjek: MENYUMBANGKAN. 
Selanjutnya akan kami respon via email tersebut








#INSPIRASI #LITERASI


Posting Komentar

0 Komentar