KASAT-KUSUT KEBIJAKAN PENDIDIKAN : JURNAL ILMIAH TIDAK WAJIB PUBLISH INOVASI, KETERAMPILAN MAHASISWA, KEBIJAKAN PENDIDIKAN YANG LAGI VIRAL - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

7 Sep 2023

KASAT-KUSUT KEBIJAKAN PENDIDIKAN : JURNAL ILMIAH TIDAK WAJIB PUBLISH INOVASI, KETERAMPILAN MAHASISWA, KEBIJAKAN PENDIDIKAN YANG LAGI VIRAL




                 Oleh Ahmad Rizal 



 Tesis dan disertasi mahasiswa S2 dan S3 tidak lagi diwajibkan untuk dipublikasikan dalam jurnal berdasarkan aturan baru yang tercantum dalam Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Dalam sebuah wawancara, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan transformasi radikal yang memberikan kepercayaan kepada kepala program studi, dekan, dan kepala departemen untuk menentukan cara alternatif dalam membuktikan kualitas lulusan mereka.


Penghapusan Jurnal ilmiah sebagai persyaratan utama untuk lulus bagi mahasiswa S2- S3 dan Magister-Doktor, sebagaimana yang diusulkan oleh Kemendikbud Ristek, memunculkan pro dan kontra. Meskipun langkah ini memiliki potensi positif, seperti mengurangi tekanan dan kendala pada mahasiswa akan tetapi harus ada pertimbangan yang lebih matang.


Namun, penting untuk diingat bahwa keputusan bebas Jurnal seharusnya tidak sembarangan. Dalam konteks ini, peran Kaprodi dalam menentukan jenis tugas akhir atau proyek yang sesuai dengan bidang keilmuan mahasiswa menjadi penting. Mereka harus memastikan bahwa mahasiswa tetap mendapatkan pengetahuan yang layak, memadai, dan keterampilan yang relevan dengan disiplin ilmu mereka.


Nadiem menuturkan, apabila ada ketua program pendidikan yang menganggap kalau bidangnya cepat bertransformasi dengan teknologi dan evolusi industri, mereka bisa mempertimbangkan cara-cara lain yang dapat dilakukan untuk menguji kemampuan mahasiswa sebagai syarat kelulusan yang tidak membebankan mahasiswa


Sebagai langkah awal, Nadiem Makarim mengidentifikasi bahwa Jurnal ilmiah bukanlah satu-satunya cara untuk mengukur kompetensi mahasiswa. Ini adalah pandangan yang rasional, mengingat banyak mahasiswa memiliki potensi lain yang dapat diungkapkan melalui proyek, prototype, atau bentuk lain yang lebih relevan dengan kemajuan teknologi saat ini.


Kendati demikian, keberadaan skripsi tesis, dan disertasi sebagai media penguji kompetensi juga tidak dilarang. Hanya saja untuk tesis dan disertasi tetap dibuat tanpa perlu dipublikasikan di jurnal.


*Republik Raas saat ini tercatat sebagai Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang.(UIN-MALANG)


HP : 085925351807

EMAIL: santrishopies@gmail.com


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.