005

header ads

Seketika dan Puisi Lainnya _ Karya Mario D. E. Kali



Seketika 


Seketika kau bersedih

Menyaksikan kematian

yang tersebab penyesalan


Seketika kau berkata

"Dialah orang yang pintar terlihat baik 

Sebab salahnya lama ia sembunyikan

telah mengungkapkan siapa dirinya kini!"


(TandaMataKali, Agustus 2022)


Lagu Ini


Mendengarkan lagu ini

Sendu sekali


"Langit teladan

Laut dermawan

Sepanjang aku bersama"


Dari nada rendah

sebagaimana titik pijak ini


Memendam rindu

adalah perasaan paling biru

sebagaimana  laut dan langit

saling berkirim hujan 


Mendengarkan lagu ini

Yang kita nyanyikan dalam doa

Lagu untuk anak-anak

Semoga kelak bercahaya


(TandaMataKali, 22 Juli 2022)


Titah Pa Tua


Setelah tangan kanannya menggorok leher seekor ayam jantan dengan sebilah pedangnya 

Lalu mulut Pa Tua berkata mantra


"Kepada tanah, ibu segala ibu

dan kepada langit jinjit kaki tak sampai,

ini korban pengabdian dan syukur kami!"


Langit cerah berubah mendung seketika

Menjadikan hujan 

yang segera memulihkan setiap tanah retak dari musim kemarau yang panjang


Dengan kepala tegak, Pa Tua mengangkat pedang

kepada penjuru langit 

Ia bertitah


"Wahai anak cucu, gembala tradisi dan nabi masa depan, jaga adat selama hayat

hidup senantiasa lestari!"


(Sewowoto, 3 Juli 2023)


*Mario D. E. Kali, lahir di Kimbana, Belu, Nusa Tenggara Timur. Penulis Buku Puisi "Tanda Mata" (Jakarta: Teras Budaya, 2020). Nomor WA 082299740919.





Posting Komentar

0 Komentar