Puisi : Jendela Dapur Ibu di Muara Kaman - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

15 Des 2022

Puisi : Jendela Dapur Ibu di Muara Kaman

 Jendela Dapur Ibu di Muara Kaman


/satu/

saya datang satu hari sebelum lebaran,
demi menyaksikan sore yang apik
dari jendela dapur ibu.

jendela yang belum pernah
saya jumpai selama ini.

: jendela dapur yang 

setia mencintai ibu.

/dua/

di luar jendela dapur ibu, sebuah muara terbentang,
: muara kaman, namanya, di mana mulawarman
menemukan lesong batu* dan menjadikannya
alas untuk hikayat kerajaan kutai silam.**


/tiga/

dari jendela dapur ibu, kita bisa menyaksikan langit
tanpa cela, berjuta kubik air di bawah lantai papan,
manusia menunaikan hajat alam di lanting,
raung perahu mesin serta tronton
batubara berlalu lalang.

/empat/

sedangkan di dalam jendela ibu,
sebuah dunia seperti selesai.

Ciputat, 2022

*batu balok panjang alas membuat prasasti yupa
**kerajaan hindu tertua di Indonesia (abad ke-4)









Seorang Anak dan Ibunya

seorang anak lelaki mencintai
ibunya yang kini dirawat bulan.

berjuta mil dari tempat berpijak
      ibunya lahir dan bermakam.

ia ingin sekali menjelajah angkasa
menemui ibunya –memeluk ibunya.

setiap kali melihat cahaya bulan,
ia seperti melihat ibunya sedang
            tersenyum dan berbisik:

"cinta, kau tahu, adalah bunga
    yang tumbuh di keningmu."


Ciputat, 2022









Imam Budiman, kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S-1 Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences. Semasa kuliah, turut aktif di Komunitas Diskusi dan Kajian Sastra Rusabesi.

Biografi singkat dirinya termaktub dalam buku: Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017); Ensiklopedia Penulis Sastra Indonesia di Provinsi Banten (Kantor Bahasa Banten, 2020); dan Leksikon Penyair Kalimantan Selatan 1930–2020 (Tahura Media, 2020).

Puisi-puisinya tersebar di berbagai media cetak nasional seperti: Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Indopos, Majalah Sagang Budaya, Majalah Sastra Kandaga, dll. Buku kumpulan puisinya: Kampung Halaman (2016) dan Pelajaran Sederhana Mencintai Buku Fiksi (2021).


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com