Puisi Eureka Lorenzo Raymond - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

9 Mar 2022

Puisi Eureka Lorenzo Raymond

 Tresna 

Izinkan ku mencintaimu 

Bagai pagi berkabut 

Basah dalam dekapan rindu

Remang pada mata bercumbu 

Tak perlu menanti Syamsu.

Izinkan ku memelukmu 

Bagai senja menguning di penghujung mega, 

Baka pada maghrib menyapa 

Cukup dalam renungnya 

Lamun tak sampai jua di akhir cerita. 

Izinkan ku meminangmu

Bagai ilusi di penghujung dini

Tak tuntas kuratapi 

Mencari tak kujumpai

Menanti tak jua ku temui

Berharap ia kembali 

Tresnaku bagai candra bersembunyi 

Di balik surga di siang hari 

Dan bias pada malam dalam diam 

Tanpa satu pun tahu ia menerang....

Cintaku kelam....



Eureka Lorenzo Raymond. Saya adalah seorang imam dari Gereja Katolik Roma yang kini bekerja sebagai missionáris di Angola, Afrika Barat. Berikut saya lampirkan sebuah puisi karya saya. Sekiranya berkenan untuk dipublikasikan. Terima kasih sebelumnya








INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com