Puisi Piet Yuliakhansa - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

26 Feb 2022

Puisi Piet Yuliakhansa

 Nyanyian Nokturnal


Lelaki buta yang bermalam di dadaku memberi tanya, masih adakah kebaikan? Tersisa sedikit, setipis ari. Lantas untuk apa kehadiran. Tajam emosi memorak-perandakan hati. Sesaat siluet memanjang di jalur ingatan. Begitu mengenaskan.


Darah mengulir kesumat pada jantung luka. Nyanyian nokturnal mengunci serapah. Nyali menelan pahit perpisahan tak juga disentuhnya. Hasrat hanya mengulang bunyi. Bertahun isyaratkan sepi.


Kini, diam serupa pengecualian. Nasib janji tersandera. Muak ilusi dari terangnya perasaan. Sesak lorong perjalanan.


Jatibening, 25 Februari 2022



Piet Yuliakhansa. Perempuan puisi, lahir di Jakarta pada 1 Juli. Penikmat puisi, teater, dan musik. Puisinya pernah dimuat dalam beberapa buku antologi bersama di antaranya; Antologi Puisi Penyair Nusantara Jakarta dan Betawi, 2021. Kumpulan Puisi Merah Putih 2021, Nyanyian Hujan, Desember 2021, dan Antologi Puisi Pujangga Facebook Indonesia, Januari 2022.


Email : piet.yuliakhansa@gmail.com

FB  : Piet Yuliakhansa




INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com