005

header ads

Inspirasi Menulis


Aku menulis sebuah kata yang tak tertata. Terbalut seribu duka yang telah tertimbun di dalam sebuah ruangan yang tak bercahaya, bak malam tanpa bintang dan rembulan.

Itulah kalimat yang mewakili seorang Mushowaf Hamdan menorehkan setiap huruf dalam buku ini hingga menjadi kumpulan puisi. Disusunnya rapi hingga setiap aksara menyumbang makna. Buku perdana karya solo ini sebagai anak tangga menuju karya selanjutnya. Pelajar yang naik kelas XII MA Wali Songo Kabupaten Madiun ini gemar menulis sejak kecil. Ketika belum mengenal huruf, Hamdan cilik lebih suka menggambar.

Bermula dari pikiran yang berkecamuk di kepala, sementara ingin mengutarakan bingung kepada siapa. Belum tentu yang diajak bicara, paham maksudnya. Hamdan lebih suka menyendiri dan menuangkan pikirannya melalui goresan pena. Apalagi pandemi, lebih banyak waktu untuk sendiri khususnya setelah usai mengerjakan tugas dari sekolah secara online.

Membukukan karya, terbersit dari lolosnya naskah cerpen dalam sebuah lomba. Masuk nominasi, dibukukan dalam antologi. Dari sini timbul hasrat membuat buku solo. Alhasil 49 puisi menghiasi halaman buku solo perdananya. Mendapatkan ide, amat mudah bagi Hamdan. Melakukan traveling, meski sekadar naik bus umum, berhasil mengantongi banyak ide tema untuk dituliskan.

Meski sedang sakit spina bifida, retensi urin neurogenik bleder, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap menulis. Bahkan menulis membuatnya semangat sembuh dan mencoba menularkan semangat sembuhnya untuk siapa pun yang sakit. Menurutnya, ketika seseorang sedang sakit, sebenarnya ada anggota tubuh yang ingin dimanja, jadi pergunakan sebaik mungkin.

Pengagum budayawan kondang Sudjiwo Tedjo ini bermimpi bisa kuliah sambil bekerja. Karena hobinya menulis, ingin bekerja di dunia kepenulisan. Sambil kuliah di jurusan yang mendukung hobi dan kerja. Tawaran dari sebuah penerbit untuk menduduki posisi desain, disambutnya hangat. Mulai sekarang banyak mengamati macam-macam desain kover buku.

Hamdan berdoa agar pandemi segera berakhir, kehidupan kembali normal dan pelaku usaha tidak lagi kesulitan. Kembali negeri ini gemah ripah loh jinawi. Amin.

Posting Komentar

0 Komentar