005

header ads

Rindu Mengapung di Riak Hari | Karya; Nurhayati

 Rindu Mengapung di Riak Hari

Karya; Nurhayati

Jejak cinta merambah mengusik malam

Menjerat rindu yang menggeliat menahan rasa

Kenanganmu mengepul tanpa jeda waktu 

Melilit menikam gundah yang kian merapuh


Masih kuingat bayang temaram

Sambil menahan seluruh sesak yang merenggut paksa candamu

Kau cerita tentang hidup yang sinis padamu

Di sudut kelopak itu menitik hangat kelembutan yang tersayat


Masih mengapung di benak tentangmu

Rengek pilu sambil kau tatap nanar padaku

Senyummu yang patah melengkung layu

Ada binar sendu menggelayut di telaga matamu yang sayu 

Lalu kau tengadah padaku memelas agar kubalut sayatan-sayatan luka itu


Gerimis senja melembab di istana cintamu

Aku lindap memaknai gelisah di bola matamu  

Hanya jenuh yang bertahta dilena bisu yang menyayat

Kulerai resahmu dalam hentak hingga kau luruh pasrah


Kini kembang kamboja ditimpa gundukan tanah merah pusaramu

Kepergianmu menyisakan rindu yang menggantung hari

Ke mana membawa rasa agar kutebus bakti yang terhempas di sisa cumbu kemarin

Tak ada yang tersisa

Kesunyian yang lelap terjaga di pertengahan denting malam menyeruak sesal

Membawa wajah teduhmu menjauh tanpa  memberiku isyarat 


Kulukis kisahmu dalam bingkai batin agar kutemuimu di langit keabadian

Hanya untuk cinta yang tak terganti dipintang  waktu

Dan di sini rindu mengapung di riak hari


 Ditulis di Wakatobi,  25 Juni 2020


Posting Komentar

0 Komentar