.

MUSIK    TEATER    SENI RUPA    FILM    SASTRA    ESAI    PUISI    CERPEN    DOK.VIDEO    WORKSHOP    ANTOLOGI    INSPIRASI    RESENSI BUKU    PROFIL   
Home » » UU ITE MEMAKAN KORBAN LAGI DI 2019

UU ITE MEMAKAN KORBAN LAGI DI 2019

Posted by NegeriKertasCom on 5 Feb 2019

Ada satu kesimpulan menarik dari ILC malam ini, yang dipaparkan oleh
PROF. ANDI HAMZAH (PAKAR HUKUM PIDANA)

Di negara demokrasi manapun, tidak ada yang namanya pasal ujaran kebencian, yang ada hanya pasal tentang penghinaan dan fitnah.

Semestinya undang-undang ITE tidak boleh mengancam pidana berat,
karena itu hanya merupakan pidana administrasi, maksudnya bukan bertujuan untuk menghukum seseorang, akan tetapi untuk agar peraturan itu ditaati masyarakat dengan cara memberikan sanksi administrasi / denda.
Kita sudah melenceng jauh, UU ITE berbeda dengan tindak korupsi, pencucian uang, dan KDRT, yang merupakan tindak pidana berat.

Untuk demokrasi yang lebih baik, dalam kasus UU ITE mestinya kita tidak perlu lagi saling lapor untuk memenjarakan, karena hanya akan menimbulkan dendam yang tidak ada habis-habisnya, kita semua harus merenungkan peristiwa ini. Karena negara kita adalah negara demokrasi, ada pemilu, artinya pemerintah bisa berganti-ganti, yang sekarang oposisi, besok bisa jadi pemerintah, yang sekarang pemerintah bisa ganti jadi oposisi. Jangan sampai dendam ini terus berlanjut dan mengakibatkan perpecahan.

Bagaimana kita bisa mengadili penyebaran kebencian,
kalau ujaran kebencian itu adalah hal yang tak bisa terpisahkan dari kebebasan berpendapat, dan kebebasan berpendapat adalah syarat dari demokrasi.



#NASIONAL #POLITIK

SHARE :
CB Blogger
--------------------------------
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Official © 2018 NegeriKertasCom. Email: nkertas@gmail.com | WA 628888710313
Redaktur:Team NK