SEDEKAH BUKU

Negerikertas.com menyalurkan bantuan SEDEKAH BUKU untuk taman baca di berbagai pelosok daerah yang kekurangan buku bacaan. Kirimkan buku ke alamat: Fileski 085731803357 | Jl Koperasi A08 | Banjarejo | Kec.Taman | Kota Madiun. Bisa juga berupa uang ke rek BCA 1771531313 a/n Walidha. Madiun

REINKARNASI

REINKARNASI
Tahun 1999, Nicholas, seorang pemuda berumur 24 tahun yang masih berkutat pada kuliahnya, hidup terpisah dengan orang tuanya. Ia menjalani hidupnya seperti biasa, hingga pada suatu malam ia bermimpi sedang berada di New York tahun 1928, disaat kendaraan belum modern seperti sekarang dan teknologi yang masih ala kadarnya, didalam mimpinya ia melihat sosok gadis dibunuh dan dimuat dalam surat kabar setempat, Nicholas kebingungan dan merasa gadis tersebut ada hubungannya dengan dia.
Hari selanjutnya pukul 12 tengah malam, Nicholas memutuskan untuk berhenti dalam mengerjakan tugas dan ingin tidur sejenak. Lagi-lagi mimpi itu muncul dan Nicholas terbangun kembali, karena merasa gelisah, ia lalu menelepon pacarnya, Clara.
“Ada apa, Nicholas? Ini sudah tengah malam.” Dengan suara agak berat. “Gimana ya, Aku barusan mimpi pergi ke masa lalu dan aku melihat cewek disana.” “Iya, terus??” sahut Clara. “Aku ngerasa dia adalah diriku di masa lalu.” “Lalu? Itu kan cuma mimpi.” “Tapi aku udah berkali-kali mimpiin ini, ada sesuatu yang nggak beres ini.” “Ah, paling-paling kamu sering baca buku-buku ababil. Kamu tau, ada baiknya juga kamu berhenti jadi kutu buku.” “Aku gak pernah kepikiran bakal mimpi kayak gini.” “Terus kamu ngapain telpon aku?” “Aku minta bantuan kamu buat ngilangin mimpi ini.” “Bantuan? Ehmmm… (Sambil menghela nafas) aku ada sih temen yang mungkin bisa bantu kamu, dia Hipnoterapis. Udah banyak yang dia sembuhin.” “Oh, iya? Bagus berarti, besok aku minta nomor telponnya dia ya?” Kata Nicholas dengan perasaan cukup gembira. “Baiklah, Namanya John. Hati-hati dengan dia, dia cukup aneh.” Sembari menutup percakapan malam itu.
Keesokan harinya, setelah Nicholas mendapatkan nomor telpon si Hipnoterapis, ia langsung meneleponnya. Dan si Hipnoterapis menyetujui permintaan bantuan akan mimpi Nicholas, dan si Hipnoterapis akan datang ke rumahnya malam ini.
#1. Regresi
Malam harinya, tepat pukul 10 malam, suasana sekitar rumah Nicholas tampak seperti biasa, sepi dan angker. Banyak suara kodok karena rumah Nicholas berada dipinggiran kota New York, artinya jauh dari aktivitas hiruk pikuk warga New York yang seperti tiada habisnya. Sembari mendengarkan lagu dari sebuah fonograf peninggalan kakeknya, Nicholas hanya duduk diam dan memikirkan tentang gadis yang ada dalam mimpinya tersebut. Selang beberapa saat Nicholas mendengar ada mobil menepi ke rumahnya dari dalam rumahnya, ia mengira itu adalah John, si Hipnoterapis yang ‘aneh’ katanya Clara. Nicholas membuka pintu dan benar, itu adalah John. “Selamat malam, tuan John. Silahkan masuk.” Kata Nicholas dengan senyuman yang murah. “Baiklah, terima kasih tuan Nicholas.” Mereka lalu masuk ke kamar Nicholas.“Mau dibuatkan kopi?” Kata Nicholas. “Tak perlu repot repot tuan Nicholas, kita langsung ke inti saja.” John menolaknya dengan ramah. “Baiklah tuan, saat tidur, saya sering bermimpi pergi ke masa lalu dan disana saya melihat gadis muda, saya merasa dia ada hubungannya dengan saya. Jadi saya ingin tau siapa dia dan apa maksud dari semua ini.” “Baiklah, pertama-tama anda harus tutup mata terlebih dahulu, tetap rileks dan jangan tegang, ambil nafas dalam-dalam, dan keluarkan pelan-pelan. Konsentrasi pada setiap nafasmu. Setiap kamu bernafas, kamu akan menjadi lebih rileks. Pikirkan ada cahaya putih didepanmu, biarkan cahaya itu membuat kamu semakin rileks dan rileks. Saat saya hitung 10 sampai 1, kamu akan merasakan kedamaian dengan setiap hitungan kamu akan menjadi semakin rileks. 10.. 9.. 8.. 7.. 6.. kamu berada di tempat yang sangat damai dan aman, tak ada yang dapat mengganggumu. 5.. 4.. 3.. 2.. disaat kamu ingin kembali, hal yang kamu harus lakukan adalah buka matamu. 1..” Dalam terapi regresi, Nicholas menemukan petunjuk bahwa gadis tersebut namanya adalah Victoria.
#2 Déjà Vu
Di alam bawah sadarnya, Nicholas dapat mengontrol dirinya. Disana ia melihat rumah Victoria dan segera memasukinya. Nicholas merasa tidak asing dengan rumah ini, seperti sudah biasa dirumah itu. Secara logis ini tak mungkin, Nicholas tidak pernah kesini sebelumnya. Nicholas merasa ada yang ingin disampaikan oleh Victoria tentang kehidupannya, tapi tak tau apa. Kemudian Nicholas menemukan sebuah koran yang memberitakan bahwa Victoria meninggal karena dibunuh. Lalu datang seorang pria berpakaian serba hitam mendekati dan berbicara kepada Nicholas.
“Kau tau dia? Dia ditembak mati, dan penembaknya bernama Julian bunuh diri setelah membunuh Victoria.” Katanya sambil menghisap cerutu. “Siapa kau?” Nicholas heran. “Edward Baynes, saudara Julian Baynes.” Katanya sambil pergi meninggalkan Nicholas. Nicholas heran dengan sikap Edward. Diberitakan bahwa di koran insiden itu terkait dengan cinta segitiga. Tapi ada yang aneh dalam berita dimana Julian menulis kata-kata “Lebih baik aku bunuh diri daripada membunuh Victoria.” Sedangkan di tangan Victoria ditemukan sebilah pisau. Nicholas makin bingung harus percaya ke Edward atau koran tersebut. Masih dalam alam bawah sadar, Nicholas memutuskan untuk pergi ke makam Victoria. Dan entah kenapa sangat sedih akan insiden yang dialami Victoria.
Nicholas bangun dan menyadari bahwa ia adalah Victoria dimasa lalu. Sekarang ia tahu kenapa ia merasa begitu tertarik kepada Victoria, karena mereka memiliki jiwa yang sama. “Eh, mana John, kok nggak ada? Bener kata Dian ternyata, dia memang aneh” Gumam Nicholas sambil melihat cahaya dari jendela, dan ternyata hari ini sudah pagi. “Eh, kok udah pagi? Pantes aja John udah gak ada dirumah.”
#3. Kehidupan Alam Baka
Setiap malam, Nicholas selalu mendengar suara tangisan yang mengiang-ngiang di telinganya. Karena Nicholas cukup bingung memikirkan semua ini, dia lalu pergi keluar rumah untuk sekedar beristirahat dan kembali ke rumah untuk tidur. Nicholas bermimpi sama seperti yang kemarin-kemarin, tapi bisa dibilang ini bagian keduanya. Di dalam mimpinya, ia sedang berada dirumah Victoria, ia melihat Victoria duduk termenung di depan cermin, menyisir rambutnya dengan raut wajah yang bersih tapi terlihat sedih sebagaimana tergambar dalam mimpi-mimpi sebelumnya. Disamping itu, ia bertemu dengan lelaki tua, dia lagi sendiri dan berkata kepada Nicholas “Apakah kau tau bahwa Victoria dibunuh disini? Tragedi ini telah menjadi topik yang hangat selama bertahun-tahun.” Katanya sambil pergi meninggalkan Nicholas. Disamping itu, Victoria tidak menyadari kalau ada Nicholas disana.
Masih dalam mimpinya, ia pergi keluar rumah dan mendapati sebuah media massa yang memuat kisah pembunuhan tersebut. Dalam halaman depan surat kabar tersebut di beritakan dengan judul “Gadis mudah dibunuh, si pembunuh bunuh diri.” Yang dimaksud dalam berita tersebut adalah Victoria. Gadis yang dibunuh waktu itu. Diberitakan juga bahwa saat itu ada seorang saksi mata, yaitu Edward Baynes mendengar letusan pistol, dan berlari menuju sumber suara letusan tersebut. Dia melihat Julian Baynes sedang membunuh Victoria menggunakan pistol dengan tangan bergetar karena memandang Victoria, dan lalu mengarahkan pistol tersebut ke arah dirinya sendiri, saksi mata itu mencoba menghentikannya, tapi semua terlambat, dia telah bunuh diri.
Kata hati Victoria lah yang menjadi penyebab pembunuhan ini, Victoria yang belum menemukan jawaban akan cintanya, dan terus mencari cinta sejatinya, dan dia merasa kalau cinta sejatinya adalah Julian Baynes. Namun setelah beberapa lama mereka berpacaran, Victoria tidak tahan akan perilaku Julian yang suka mengkonsumsi narkoba. “Hei, aku muak denganmu, selalu mengkonsumsi narkoba, kenapa kau tak mau berubah untukku?” Omel Victoria kepada Julian. “Kau tau? Inilah aku dengan segala sikapku, jika kau tidak suka denganku pergi saja kau!!” Bentak Julian. Victoria menangis dan pergi meninggalkan Julian. Lalu Victoria menghampiri kakaknya Julian yaitu Edward dan menangis di pundaknya atas apa yang dikatakan Julian. “Aku nggak tahan sama tingkah Adikmu” Kata Victoria sambil menangis. “Sudah, biarkan saja, dia memang begitu. Kelak dia akan sadar sendiri betapa berartinya dirimu.” Kemudian Edward merasakan dirinya jatuh cinta kepada Victoria, tapi disisi lain Edward merasa bersalah kepada Julian karena sudah memeluk Victoria. Tapi obsesinya untuk mendapatkan Victoria lebih tinggi daripada rasa bersalahnya itu.
#4. Jiwa Yang Abadi
Nicholas mencoba merangkai fakta-fakta yang telah ia temukan, dia tidak yakin akan kebenaran bukti-bukti yang telah ia peroleh di surat kabar, dia juga telah mendengar beberapa rumor tentang Victoria berselingkuh dengan Edward, karena tidak tahan dengan sikap Julian.
Hari demi hari, Victoria sangat dekat sekali dengan Edward. Tapi entah kenapa, Victoria belum sepenuh hati mencintai Edward. Tidak dapat dipungkirinya, Victoria masih mencintai Julian. Tapi disisi lain, Victoria juga merasa tidak enak kepada Edward apabila dia berkata jujur.
Masih dalam mimpinya, Nicholas memiliki beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh dirinya sendiri, dan pertanyaan tersebut ditulis di secarik kertas. “Darimana aku datang ke dunia ini? Kenapa aku hidup? Apa yang akan aku lakukan ketika aku mati? Apakah dunia ada hubungannya ketika aku mati nanti?” Seakan-akan Nicholas tidak hanya membuat pertanyaan untuk dirinya sendiri, tapi untuk semua umat manusia. Didalam ketidakpastian, Nicholas menuju ke pemakaman Victoria lagi, disana Nicholas melihat tulisan di batu nisan milik Victoria “Kamu harus berani dan tabah, jangan menangis disini, karena tidak selamanya aku berada disini. Tapi kau harus tau sesuatu, Kenanganmu tak pernah kulupakan.”
Kata-kata tersebut memotivasi Nicholas untuk terus mencari jawaban akan siapa pembunuh Victoria yang sebenarnya. Akhirnya Nicholas pergi ke rumah Edward untuk mencari informasi yang lebih banyak tentang Victoria. Sesampainya dirumah Edward, Nicholas menemukan koran yang berisi tulisan bahwa yang membunuh Victoria bukanlah Julian. Pelaku belum diketahui, namun yang pasti pelaku menggunakan pistol jenis Revolver keluaran Amerika untuk menembak Victoria dan Nicholas, kemudian si pelaku meletakkan pistol di tangan Julian sehingga seolah-olah Julian yang membunuh Victoria. Nicholas semakin bingung, ia kemudian menyusuri sisi rumah yang lain, didapati bahwa didalam rumah Edward terdapat pistol jenis Revolver, nomor serinya pun sama dengan yang ada di koran. Nicholas segera menyadari bahwa Edward lah yang membunuh Victoria dan Julian, Edward lah pelakunya. Tapi entah apa motif Edward membunuh mereka. "Satu masalah terselesaikan!" Kata Nicholas sambil tersenyum kecil.
#5. Reinkarnasi dan Déjà Vu Bag 2
Di dalam mimpi selanjutnya, Nicholas bermimpi pada malam Victoria sebelum mati. Terdapat surat didalam rumah Victoria, surat tersebut dari Julian, isinya meminta Victoria balikan dengannya karena dia sangat mencintai Victoria. Victoria sangat senang karena hanya Julian yang dia cintai dan Victoria ingin segera memutuskan hubungannya dengan Edward. Akhirnya Victoria dan Julian mengadakan pertemuan rahasia di rumah Victoria, tak seorang pun tahu.
Mereka bertemu, saling mengucapkan kata cinta. “Aku sangat mencintaimu, Julian. Aku tidak benar-benar mencintai Edward, dia hanya sebagai pelampiasan saja.” Kata Victoria sambil memeluk Julian. “Kau tahu, meski kau tidak benar-benar mencintai Edward, aku sudah sangat cemburu denganmu, karena aku mencintaimu.” Kata Julian. Mereka melanjutkan pembicaraan tersebut dengan perasaan sangat senang karena bisa bersatu kembali.
Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu rumah Victoria, Julian membukakannya. Julian kaget karena itu adalah Edward. “Dimana Victoria? Aku ingin membunuhnya.” Kata Edward dengan menodongkan pistol kearah Julian. “Ada apa denganmu? Kau tak boleh membunuhnya.” “Aku mendengar semua percakapanmu tadi, aku sakit hati karena Victoria tidak menganggap serius hubungan kami.” “ Tapi kau tak boleh membunuhnya.” Kata Julian sambil mengarahkan pisau kearah Edward, tapi Edward menghindar dan mengambil pisau Julian. Lalu Edward menusuk perut Julian dan lalu menembaknya. Victoria berteriak histeris. Edward marah dan berkata pada Victoria “Buka matamu, Victoria!”, lalu Victoria membuka mata dan seketika ia ditembak oleh Edward (ditembak dalam arti denotasi) dan mati ditempat, sedangkan Julian masih hidup dan sempat menulis kata-kata “Lebih baik aku bunuh diri daripada membunuh Victoria” dan pada saatnya Julian mati juga.
Akhirnya Nicholas mengetahui bahwa berita yang ada di media massa adalah tidak benar, bukan Julian yang membunuh Victoria, namun Edward lah yang membunuh. Lalu Edward meletakkan pistolnya ditangan Julian sehingga tampak Julian yang membunuh Victoria dan mengaku sebagai saksi palsu sehingga berita di media massa tidak benar adanya. Namun Edward melupakan Julian, Julian belum sepenuhnya mati.
Nicholas bangun dan merasa sangat bebas karena telah menemukan jawaban dari mimpi-mimpinya sehingga tidak ada perasaan takut akan dihantui mimpi tersebut. Nicholas berdiri dan menyalakan sebuah radio tua dan mengambil minuman es didalam kulkas supaya merasa lebih rileks dan santai. Sambil mendengarkan radio, tiba-tiba Nicholas mendengar ada yang mengetuk pintunya. Namun Nicholas merasa itu hanya suara biasa sehingga dia menghiraukannya. Tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri dan ada suara jejak kaki mendekati Nicholas, ternyata itu adalah John si Hipnoterapis, “Buka matamu, Nicholas!” kata Hipnoterapis sambil menodongkan pistol revolver dan menembak Nicholas. Kalimat yang sama seperti yang diucapkan Edward.


dari: Geofrey Sander <geofreysander630@gmail.com>
kepada: nkertas@gmail.com
tanggal: 30 Januari 2017 18.45
perihal: artikel


Share on Google Plus

About Fileski Channel