.

di negeri kertas, tidak ada koruptor. setiap orang punya ketahanan ekonomi, baik rakyat biasa dan pejabatnya, semua ikut patungan/gotongroyong membangun negeri. demokrasi berjalan natural tanpa money politic. tidak seperti negeri tetangga yang rakyatnya kelaparan hingga rela menukar suara dengan sekantong sembako. #fileski

Launching Batik khas corak Majapahit bersama warga kampung Majapahit Desa Bejijong Trowulan.

Jumat legi, 17/4/15 : Edisi Launching Batik khas corak Majapahit bersama warga kampung Majapahit Desa Bejijong Trowulan.
Belajar memahami tentang kebesaran Majapahit berikut mencoba mentranformasikan sisa-sisa kebesaranya dalam bentuk nyata di Masyarakat , tidak beda dengan kita belajar memahami tataran dalam agama, ( ada syariat,hakekat dan makrifatullah).Belajar memahami Majapahit dalam arti sesungguhnya, mengharuskan kita memahami teori YIN dan YANG ,semua unsur harus berimbang , ketika kita semua memahami dg benar dan tepat, dipastikan kita nanti akan terlahir menjadi Soldier of Majapahit yg sesungguhnya,memahami bahwa Majapahit itu tidak hanya ditempatkan sekedar menjadi bahan hafalan sejarah dan materi diskusi yg seksi di dunia akademik & arkeology. Leluhur Majapahit hanya berharap aplikasi nyata kita semua di masyarakat ( apapun itu bentuk & warnanya ), walaupun hanya sebesar biji padi sekalipun .Beliau tidak butuh hanya untuk dihafalkan ,kita simpan kemudian kita bawa serta mati. Semoga kita semua tidak terlahir menjadi pribadi yg hanya sekedar menjadi pendongeng kronik sejarah yg handal ( yg hafal A-Z ttg romantisme Majapahit tapi minim manfaat untuk sesama ).Begitu pula ketika kita berbicara hakekat agama, semoga kita tidak terjebak dan meniru-niru “ tokoh-tokoh agama” (apapun itu agamanya) yg banyak kita saksikan di media TV ,yg tingkahnya sungguh diluar batas nalar...Hanya pandai menghafal dan bercerita ,merasa paling sakti ,tanpa permisi dan memahami etika keselarasan berkehidupan lintas makluk , mengobrak abrik tatakrama antara dunia kita dg “dunia lain” ,merasa paling dekat dg sang pemilik Ruh ....Ironisnya , 80% dari mrk tak mampu menerjemahkan “lakunya”dilapangan.... Inalilahi wainailahirojiun.( Surodiro jayaningrat Lebur dening Pangastuti..Sak bejo-bejone wong kang lali ,isih bejo wong kang iling lan waspodo ). Rahayu,wasslam.

Share on Google Plus

About Fileski Channel