.

di negeri kertas, tidak ada koruptor. setiap orang punya ketahanan ekonomi, baik rakyat biasa dan pejabatnya, semua ikut patungan/gotongroyong membangun negeri. demokrasi berjalan natural tanpa money politic. tidak seperti negeri tetangga yang rakyatnya kelaparan hingga rela menukar suara dengan sekantong sembako. #fileski

KOTA KENANGAN TERBAKAR - PUISI FILESKI

Identitas Penulis:
Fileski (lahir di Madiun, Jawa Timur, 21 Februari 1988; umur 27 tahun) adalah musisi yang juga penyair berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karya yang dipublikasikan ke berbagai media massa, dan pertunjukan resital biolanya yang dipadukan dengan pembacaan puisi di sejumlah negara. Dia merupakan salah satu penerima Anugerah Hescom kategori musikalisasi puisi dari e-Sastra Malaysia, tahun 2014.
Fileski sudah mengakrabi dunia kesenian, utamanya puisi sejak usia muda melalui ayahnya yang seorang guru bahasa dan sastra Indonesia. Dari situlah kemudian lahir kecintaan akan sastra. Melalui proses kreativitas, kemudian ia memperdalam dan mengawali debutnya sebagai musisi dan penyair ketika menempuh pendidikan di di jurusan Teater Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya. Kemampuannya bermain biola diperoleh secara autodidak dengan sesama kawan dari jurusan seni musik. Semula dia menekuni musik ilustrasi untuk teater dan film. Di situ dia mulai mengakrabi skenario yang akhirnya menarik minatnya untuk mempelajari sastra, sembari mengeksplorasi melalui bahasa bunyi dari alat musik. Selain mempublikasikan karya-karya puisinya di berbagai media massa, jurnal, dan kumpulan puisi, Fileski juga melakukan pertunjukan resital biola puisi ke berbagai perhelatan seni, baik di dalam maupun di luar negeri. Tahun 2013 dia diundang dalam Temu Sastra MPU VIII di provinsi Banten. Tahun 2014 Fileski memenangi penghargaan nugrah Hescom kategori Musikalisasi Puisi dari e-Sastra Malaysia. Karya-karyanya seperti: Kitab Puisi Negeri Kertas (kumpulan puisi, 2015), Jejak Inspirasi Fileski (kumpulan puisi, 2015), Save Our Culture (album musik, 2014), Rahasia Langit (album musik, 2013), Attribute to Chairil Anwar (album musik, 2012) Sumber: Wikipedia Indonesia

KOTA KENANGAN TERBAKAR - PUISI FILESKI

Kami kini terkapar dalam kota kenangan yang dahulu terbakar
Tak bisa lagi berteriak “Serang, awas, dan merdeka”
Namun siapa yang tak mendengar gemuruh derap kami
Berderap melaju pantang untuk mundur
Kami sekarang berbicara padamu dalam keheningan ini
Dalam keheningan yang tersingkirkan bising sibuknya kota
Jika kau mendengar… ikuti suara kami, andai kau masih mendengar
Kami gugur meninggalkan anak isteri
Meninggalkan nisan-nisan tua berselimut debu
Ingatlah… ingatlah kami
Dulu kami lakukan apa yang kami bisa lakukan
Namun hingga hari ini belum jua terselesaikan tujuan
Kami telah pertaruhkan jiwa
Belum bisa mengihitung arti ribuan jiwa yang melayang
Kami hanya meninggalkan seragam dan senjata di museum-musium
Kami hanya nama-nama tak bertuan
Tapi kami adalah milikmu, milik negeri ini
Kaulah yang bisa menilai apa yang kami tinggalkan
Pengorbanan kami untuk kemenangan, harapan, dan kemerdekaan
Atau hanyalah kesia-siaan
Kami sudah tak mampu berbicara
Sekarang kaulah yang mesti berbicara
Ingatlah kami, beri kami arti
Yang kini terkubur di atas tanah yang kau nikmati.
Surabaya 29 November 2013

Puisi “Kota Kenangan Terbakar” pernah dibacakan Fileski secara langsung di depan eyang Madyo pada hari ulangtahunnya ke 83 (sosok pejuang veteran Hj. Siti Rochaeni S), Jumat (29/11), dirayakan di kediaman Jl. Asem Bagus III/31 Surabaya. Di tempat itu hadir berbagai komunitas membawakan kado masing-masing, diantaranya dari komunitas Surabaya Juang, Roode Brug Soerabaia, Paguyuban Cak Ning, komunitas Sastra Heroik, dan Fileski membawakan kado berupa puisi dan resital biola.


Share on Google Plus

About Fileski Channel