.

di negeri kertas, tidak ada koruptor. setiap orang punya ketahanan ekonomi, baik rakyat biasa dan pejabatnya, semua ikut patungan/gotongroyong membangun negeri. demokrasi berjalan natural tanpa money politic. tidak seperti negeri tetangga yang rakyatnya kelaparan hingga rela menukar suara dengan sekantong sembako. #fileski

KELAS INSPIRASI MAGETAN #2 - BERBAGI INSPIRASI LEWAT MENGAJAR

Setelah tahun lalu sukses di lima Sekolah Dasar (SD), ratusan relawan Kelas Inspirasi Magetan hari ini, Senin (30/3) sukses menggelar tebar inspirasi melalui profesi di 18 SD se-Magetan. Ratusan relawan ini berbagi tugas, ada yang menjadi fasilitator, fotografer, dan pengajar.

 Koordinator Relawan Kelas Inspirasi Magetan #2 Muhammad Nur Hidayat mengaku gembira dengan antusiasme relawan untuk ambil bagian dalam aksi peduli dunia pendidikan ini yang jauh lebih besar dari tahun lalu. "Total ada 58 relawan pengajar, 18 fotografer, dan 85 relawan fasilitator. Mereka semua berasal dari beragam profesi. Semua rela cuti sehari dari kesibukannya untuk berbagi inspirasi pada anak-anak. Ini tentu respon yang sangat menggembirakan bagi kami," ujar Hidayat saat dijumpai di salah satu sekolah tempat dilaksanakannya Kelas Inspirasi, SD Jonggrang 2 Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan.

Dijelaskan Hidayat, para pengajar akan menceritakan tentang profesi mereka pada anak-anak. Selain itu juga memotivasi anak-anak untuk mempunyai cita-cita tinggi dan berusaha keras untuk meraihnya. Karena tak semua pengajar berpengalaman menangani anak-anak maka dibantu oleh fasilitator. Sementara fotografer bertugas mengabadikan setiap momen. "Jadi semua kerja sukarela ini terasa ringan karena dikerjakan bersama-sama dan dengan gembira," ujar dia.

Dari catatan panitia, para pengajar Kelas Inspirasi Magetan #2 kali ini berasal dari latar belakang profesi yang cukup beragam. Mulai dari perawat, dosen, juru masak, dokter, apoteker, pengusaha, designer, bankir, musisi, pegawai negri, kepala dinas, hingga komisoner Komisi Pemilihan Umum pun turut serta.

Diantaranya ada Fileski pemain biola muda yang telah menjelajah berbagai event di luar negri. Peraih penghargaan Anugrah Hescom Musikalisasi Puisi dari e-Sastra Malaysia 2014 itu sudah kali ke dua mengikuti Kelas Inspirasi. "Setelah tahun lalu saya ikut di KI Bondowoso, saya jadi ketagihan. Sekarang saya ikut mengajar di SD Sukowodi 3,  Magetan. Bisa berbagi inspirasi pada anak-anak itu rasanya sungguh istimewa," ujar pemegang rekor 11 jam non-stop musikalisasi puisi itu.

Hal senada disampaikan Weni Subiakto, pegawai negri di Bappeda Magetan yang juga ikut Kelas Inspirasi untuk kali ke dua. "Di Magetan banyak sekali orang tua yang bekerja di luar negeri jadi TKI. Anak-anak perlu mendapat wawasan tentang ragam profesi. Semoga anak-anak di masa depan nanti bekerja lebih baik dari orangtuanya. Saya ingin terus bisa ambil bagian menyampaikan pesan perubahan itu," ungkap perempuan berkerudung  yang kebagian jatah mengajatmr di SD Bedagung 3, Panekan, Magetan.

Untuk mengenalkan profesi para pengajar itu pun memboyong berbagai alat peraga ke dalam kelas. Seperti yang dilakukan ketua KPUD Magetan Hendrad Subiakto, ia membawa contoh surat suara pemilu, bantal coblosan, hingga miniatur kotak suara ke SD Sayutan 1, kecamatan Parang, Magetan. Anak-anak pun diajak mengenal dan menjajal cara mencoblos. "Biar lengkap saya pakai seragam dinas beserta topinya juga. Pokoknya hari ini saya total tampil untuk anak-anak," kata dia sambil tertawa renyah.

Sementara itu pihak sekolah yang ketempatan aksi Kelas Inspirasi menyambut baik atas inisiasi gerakan peduli pendidikan ini. Seperti diungkapkan Kepala SD Sayutan 1 Sujitno, ia berharap kegiatan ini bisa berlanjut. "Anak-anak nampak gembira sekali kedatangan tamu yang bagi mereka tentu unik. Berdeda dengan guru yang dijumpai sehari-hari. Saya mengapresiasi sekali kegiatan ini. Semoga ke depan bisa kebih banyak sekolah yang dilibatkan," tandas dia. (*)


Share on Google Plus

About Fileski Channel