.

di negeri kertas, tidak ada koruptor. setiap orang punya ketahanan ekonomi, baik rakyat biasa dan pejabatnya, semua ikut patungan/gotongroyong membangun negeri. demokrasi berjalan natural tanpa money politic. tidak seperti negeri tetangga yang rakyatnya kelaparan hingga rela menukar suara dengan sekantong sembako. #fileski

Perempuan Suci Diterjemahkan dari: The Holy Woman Penulis: Qaisra Shahraz



Judul: Perempuan Suci
Diterjemahkan dari: The Holy Woman
Penulis: Qaisra Shahraz
Penerjemah: Anton Kurnia dan Atta Verin
Penyunting: Salahuddien Gz
Desain sampul: Hendry Prasetyo
Penerbit: Mizan
Cetakan V: Desember 2007
ISBN: 979-433-406-5
Jumlah halaman: 520 hlm.

BLURB

Zarri Bano, seorang muslim nan jelita, berkali-kali menolak lamaran laki-laki sampai akhirnya ia bertemu Sikander, yang memikat hatinya pada pandangan pertama. Namun, ketika Jafar, adik lelaki Zarri Bano, penerus martabat ayah mereka satu-satunya, tewas dalam kecelakaan, sang ayah memaksa Zarri Bano menjadi Perempuan Suci. Ini berarti ia tidak boleh menikah, karena satu-satunya yang boleh ia nikahi adalah Al-Qur’an.

Api asmaranya bersama Sikander pun dipaksa padam, justru pada saat mereka benar-benar ingin merenguk cinta. Yang lebih menyakitkan, dalam puncak kecewanya, Sikander malah mengawini Ruby, adik Zarri Bano. Demikianlah, selama bertahun-tahun, kesedihan, amarah dan perang batin Zarri Bano tersembunyi rapi di balik burqa hitam yang membungkus tubuhnya, dan membatasinya dengan dunia luar.

Terjadi di negeri Pakistan yang eksotis, novel yang banyak mendapat pujian ini memaparkan secara melodramatis peliknya realitas seorang perempuan yang hidup di tengah kungkungan tradisi yang dibangun oleh laki-laki.

“Sebuah cerita yang menawan tentang cinta, ketamakan, dan kecemburuan. Tak boleh dilewatkan begitu saja!” –Asian Times.

“Qaisra Shahraz mempunyai talenta bercerita yang sangat nyata.” – Sue Gee, pengarang The Hours of the Night and Earth dan Heaven.

“Kisah dramatis tentang intrik keluarga, nafsu yang dipaksakan atas nama agama, dan romantika yang mendebarkan.” – Michele Roberts.

SINOPSIS
Novel ini bercerita tentang wanita muda yang anggun, cerdas, namun angkuh. Berkali-kali para lelaki kelas atas ingin melamarnya, namun hanya penolakan yang mereka dapatkan. Bahkan ia tak pernah menemui para tetamu tersebut.

Akan tetapi kali ini berbeda. Seorang tamu dari Karachi mampu menghipnotis dirinya. Lirikan pada pesta rakyat itu telah menumbuhkan rasa ketertarikan di hatinya. Namun, Zarri Bano tetaplah Zarri Bano, tak mungkin untuknya mengakui rasa itu bahkan kepada adiknya, Ruby.

Namun, rasa cinta tinggallah kenangan. Kematian Jafar –adik lelaki– telah mengubah bayangan indahnya pernikahan. Untuk menjaga seluruh harta kekayaan, ayahnya –Habib, bersama sang kakek menjadikannya sebagai seorang Shahzadi Ibadat, Perempuan Suci. Ini membuat syock untuk Zarri Bano. Shahzada pun tak mampu mengubah pendirian kekuasaan para lelaki akan takdir putrinya. Bisa saja bagi Zarri Bano untuk kabur dari rumah. Bahkan Sikander pun menawarkan hal itu. Akan tetapi Zarri Bano memikirkan kehormatan keluarganya, dia berusaha menuruti walau itu sama saja membunuh jiwanya sendiri.

Sejak upacara itu, Zarri Bano yang dulu telahlah mati. Tak ada lagi wanita cantik dengan tutup kepala yang tak pernah sempurna. Kini jubah itu telah menyembunyikan kesakitan hati dan egonya. Bahkan sebelum upacara berlangsung, ia memotong rambut indah yang sering membuat iri Ruby.

Walaupun Zarri Bano telah menjadi perempuan suci, namun Habib memberikan kesempatan bagi putrinya untuk mendalami agama di Mesir. Akan tetapi itu tak mampu merubah takdirnya sebagai seorang wanita yang bisa menikah.

Di sisi lain, orang tua Sikander mulai frustasi menjodohkan anaknya. Hingga tercetus oleh sang ibu untuk menjodohkan dengan Ruby, adik Zarri Bano. Awalnya ia menolak, namun akhirnya kesepakatan tanggal pernikahan pun telah ditentukan.

“Ya, kau baru saja mengkhianati dirimu sendiri. Kita akan akan selalu menjadi sepasang kekasih! Selamat tinggal, Zarri Bano. Jangan harap aku akan datang ke upacara penahbisanmu, aku malah akan mengundangmu ke upacara pernikahanku. Kau akan mati untukku hari itu. Aku bersumpah kau tidak akan pernah bisa mengenyahkanku dari benakmu dan hatimu sampai hari kematianmu. Aku menjanjikanmu balas dendam ini, Zarri Bano. Kau akan berharap kau tidak pernah mendengar namaku dan melihatku.”

Ucapan Sikander saat hari sebelum upacara Perempuan Suci, kini telah menjadi nyata. Walau bagaimanapun dia berusaha membunuh dan mengubur Zarri Bano yang lama di balik Burqa –jubah– itu, tetapi ternyata ia masih hidup sampai saat ini, menjadi belenggu yang kian menyakitkan dalam kehidupannya.

Di malam itu Zarri Bano berusaha sekali lagi bertempur melawan batinnya. Separuh malam habis digunakannya untuk menjalankan shalat malam, doa dan amalan lainnya sebagai permohonan kepada Allah SWT untuk melenyapkan semua kesedihahan ini.

Sebelum kepergian Zarri Bano sekeluarga menunaikan ibadah haji, Habib meminta maaf dan memperbolehkan putrinya untuk menikah. Sejak upacara itu, ia merasa keluarganya telah berubah. Tak ada hangat canda tawa di antara keluarga itu. Namun Zarri Bano tetap pada pendiriannya untuk tak menikah selamanya.

Saat melakukan thawaf, Ruby dan ayahnya nekat masuk dalam kerumunan jemaah untuk bisa mencium hajar aswad. Namun ternyata takdir berkata lain, keduanya meninggal bersama jemaah haji lainnya karena jejalnya jumlah manusia yang ada di sana.

Sejak kejadian itu, maka pengasuhan Haris –anak Ruby– terbagi antara di rumah Sikander dan Zarri Bano. Ini sungguh melelahkan Sikander. Ia tahu kalau Habib memberikan izin Zarri Bano untuk menikah dan mencoba untuk melamarnya sekali lagi.

Namun Zarri Bano bukanlah sebuah boneka yang bisa dibentuk begitu saja dengan menyiapkan takdir baru untuknya. Hatinya telah rapuh dan membeku. Hingga sampai akhirnya Haris yang polos meminta dirinya untuk menikahi Sikander. Zarri Bano menuruti, walau ini hanya akan menjadi ibu Haris, bukan sebagai isteri Sikander.

Hingga saat Zarri Bano melakukan kunjungan muslim di Malaysia, tiba-tiba Sikander mendatanginya secara diam-diam. Sikander mengajaknya ke hutan yang ada di pedalaman Malaysia. Di sanalah dua jiwa mencoba menjadi satu, untuk saling memahami rasa sakit yang telah mereka alami masing-masing selama ini. Sekeras-kerasnya hati akan luluh juga. Zarri Bano akhirnya mau menerima setulusnya Sikander dengan tetap menjadi seorang muslimah yang taat kepada agama.

REVIEW:
Buku Novel Perempuan Suci karya Qaisra Shahraz ini memang novel yang mampu membuat para pembaca larut dalam kesedihan. Temanya memang tentang cinta sejati. Namun adat yang begitu unik membuat cerita ini lebih hidup dan tak tampak klise.

Bahasa yang digunakan pun tidak terlalu sastra sehingga tidak menghambat imajinasi para pembaca untuk membayangkan cerita tersebut.

Hanya saja dalam setiap narasi atau dialognya banyak terdapat pengulangan kata seperti dalam penggalan dialog ini: “… Kau akan mati untukku hari itu. Aku bersumpah kau tidak akan pernah bisa mengenyahkanku dari benakmu dan hatimu sampai hari kematianmu ….” Terlihat banyak kata –ku dan –mu. Walaupun demikian, ruh cerita ini tetap akan membuat haru pembacanya.

Ilustrasi covernya pun sangat menarik, dimana ada sesosok wanita yang memegang lilin dengan wajah seakan menyimpan suatu masalah. Ditambah gambar terlihat seperti lukisan minyak.

Dalam cerita ini mengandung banyak pesan moral. Diantaranya keteguhan hati seorang wanita dalam mengambil pilihan. Kebanyakan wanita sekarang saat dihadapkan kepada menikah dengan pilihan orang tua atau pacarnya, maka ia akan memilih pacarnya. Namun, Zarri Bano memilih kehendak orang tuanya yang sama saja membuatnya tak menikah seumur hidup.

Selain itu, saat hati dalam keadaan terluka, banyak diantara kita yang akan memilih mengakhiri hidup. Namun, Zarri Bano memilih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Novel ini sangat bagus dibaca. Bagi saya, tak ada kata bosan untuk membaca novel yang sangat mengharukan seperti ini. Mungkin saya telah jatuh cinta kepada novel ini.

Ok, selanjutnya, kali ini saya mau menantang dua Kakak kece, Kak Yanuari Purnawan dan Kak Eli Ariatiuntuk ikutan tantangan #EmpatHariMembacaBuku

Ketentuannya:
1. Posting empat hari berturut-turut
2. Boleh lebih 1 buku setiap harinya/postingan
3. Cantumin 2 hastag: #EmpatHariMembacaBuku &
#HariPertamaMembacaBuku (hari selanjutnya tinggal ganti "kedua, ketiga, keempat)
4. Ajak teman-temanmu biar ikutan tantangan ini
5. Harus ada komentar/tanggapan/penilaian tentang buku. Singkat aja. Boleh juga lengkap kayak resensi (kalau mau).

Share on Google Plus

About Fileski Channel