.

.

IIS ISTRINI [BIOGRAFI]

Iis Istrini atau akrab dengan panggilan Eizz adalah seorang penulis dan penyanyi dangdut kelahiran Sumatra Selatan, 10 Agustus 1982. Ia terlahir dari keluarga sederhana, sulung dari 5 bersaudara, dengan 3 adik perempuan dan 1 adik bungsu laki-laki. Ia terlahir dengan nama Istrini di sebuah desa kecil bernama Cintakasih, Muara Enim, Sumatra Selatan.

Pendidikan dasar di lalui di sebuah sekolah dasar di kampungnya. Dengan nilai terbaik di setiap tingkat. Juara umum di sekolah. Dan sampai jenjang SMU pun tetap menjadi juara kelas. Peringkat 1 atau paling tidak selalu masuk peringkat 3 besar. Saat SMU orang tuanya memasukkan ia ke sekolah kejuruan, mengambil jurusan peternakan.

Dahulu ibunya adalah seorang penyanyi dangdut, membuat ia tertular memiliki bakat bernyanyi. Sebelum menikah ia sempat sesekali ikut nyanyi dari panggung ke panggung, bermarkas di Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di anjungan Bengkulu. Setelah menikah dan memiliki anakpun kegemaran dalam berkesenian tak pernah hilang. Setelah menikah ia banyak meluangkan waktunya dengan berkarya lewat tulisan,  sembari mengurus keluarga dan ketiga putranya, karya yang ia hasilkan kebanyakan karya-karya fiksi.

KARYA IIS ISTRINI

·         Sahabat di Kamar Mandi ( kumpulan cerpen-2010)

·         Ada Rindu di Sepiku ( kumpulan puisi -2010)

·         Hujan Melukis Lautan ( antologi cerpen bersama komunitas Delta sastra- 2011)

·         Purnama Terakhir ( kumpulan cerpen 2011)

·         Titik Nol ( antologi cerpen with 43 penulis indonesia- 2010)

·         Wasiat malam ( antologi puisi with 13 penyair jatim-2013)


Menulis adalah cara bagi Eizz menyampaikan apa yang tak bisa ia ungkapkan lewat bahasa lisan, jika kegelisahan tak ia curhatkan pada tulisan membuat ia merasa seperti ada yang mengganjal di hati.
Iis Istrini saat ini menjabat sebagai  pengurus di Dewan Kesenian Sidoarjo, sebagai Waka Komite Sastra. Dan masih bekecimpung sebagai penyanyi dangdut. 

Sebagai penyanyi ia mengenakan kostum yang berbeda dari penyanyi dangdut kebayakan. Ia teguh mempertahankan prinsip berhijab, apapun pekerjaan yang ia lakoni, hijab tak akan pernah ia lepaskan. Karena ia terus memegang teguh nasehat bapaknya “Wajibnya hijab sama dengan wajibnya sholat”.



Share on Google Plus

About Fileski Channel