.

.

TENTANG MASA KECIL DAN KELUARGA FILESKI

Fileski lahir dari pasangan Kasim Kustiono dan Nurminarsih, merupakan anak sulung dari dua bersaudara. Ia memiliki satu orang adik perempuan bernama Maulidha Ayu Nur Imama. Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri Uteran 1 . Ketika di bangku sekolah dasar ia cenderung jadi anak yang pendiam, aktifitas seni yang dia sukai adalah menggambar dan menulis puisi, namun ia tak pernah punya nyali untuk membacakan puisinya di depan banyak orang. Nilai akademisnya selalu paling unggung diantara teman-teman sekelasnya, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 ia selalu mendapatkan juara 3 besar.
Setelah lulus SD, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Geger. Duduk di bangku SMP dengan gejolak remaja yang penuh gairah membuat prestasi akademisnya menurun, sebab pikirannya lebih tertarik pada bidang non akademik, khususnya bidang seni musik. Tak jauh dari sekolahnya ada sebuah studio musik, disitulah Fileski kerap menghabisakan waktunya di jam istirahat atau sepulang sekolah. Tak heran jika ia pulang sekolah saat matahari sudah tenggelam karena bermain musik di studio hingga lupa waktu. Begitu gilanya pada musik membuatnya tak pernah jera dimarahi orangtuanya saat pulang ke rumah. Pada masa-masa inilah Fileski mulai menjadi probadi yang tak lagi mider tampil di depan banyak orang. Musik telah merubah karakternya yang pendiam di masa SD menjadi pribadi yang penuh percaya diri.
Ketika ia lulus SMP, ia melanjutkan di SMA Negeri 1 Geger, sebuah sekolah favorit yang ada di Kabupaten Madiun. Semakin hari hasrat berkeseniannya semakin meningkat, kini bukan hanya seni musik yang ia gandrungi, namun ia juga tertarik pada seni teater, sehingga ia ikut dalam eskul teater yang bernama Sanggar Seni Bissing. Di sekolah ia menjadi lebih sering menghabiskan waktu senggangnya di sanggar ketika saat istirahat atau jam kosong. Semakin hari ia semakin tertarik pada teater, ia menemukan semua yang ia sukai di dalam teater, mulai dari seni sastra, drama, dan musik. Inilah yang membuat ia ingin sekali mengambil kuliah seni teater ketika lulus SMA kelak.
Ketika lulus SMA ia meminta ijin pada orang tuanya untuk kuliah mengambil jurusan teater, namun ayahnya melarang keras pilihannya tersebut. Ayahnya ingin ia kuliah mengambil jurusan akuntansi dengan pandangan agar ia sukses seperti sodaranya yang sukses dari lulusan jurusan akuntansi. Dengan rasa terpaksa ia kuliah di Politeknik Negeri Madiun mengambil jurusan computer akuntansi, namun hanya berjalan selama dua semester. Sebab dorongan jiwanya yang sangat kuat untuk menekuni dunia seni membuat ia nekat memutuskan kuliah teater meskipun ayahnya tidak akan membiayai kuliahnya. Dari 7 kampus seni yang tersebar di 7 kota besar di Indonesia ia memilih kota Surabaya. Sebab disana ia bisa menumpang pada sodaranya yang tinggal di Surabaya, setidaknya tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya kos dan sesekali bisa numpang makan.
Share on Google Plus

About Fileski Channel