SEDEKAH BUKU

Negerikertas.com menyalurkan bantuan SEDEKAH BUKU untuk taman baca di berbagai pelosok daerah yang kekurangan buku bacaan. Kirimkan buku ke alamat: Fileski 085731803357 | Jl Koperasi A08 | Banjarejo | Kec.Taman | Kota Madiun. Bisa juga berupa uang ke rek BCA 1771531313 a/n Walidha. Madiun

Misteri tentang "Gajahmada moksha"

Misteri tentang "Gajahmada moksha" apakah sudah waktunya kita bongkar kenyataannya ?. Sebagai prajurit yang digembleng secara langsung oleh 2 generasi Panembahan WILIS (Girindrawangsa), ketika merasa waktunya berpulang memilih kembali ke almamater nya : WILIS. Meminta kepada semua orang agar merahasiakan (lewat pesan keras disertai kutukan atau wewaler) keberadaannya, termasuk kepada raja Majapahit : Sri Rajasanagara Dyah Hayamwuruk. Sosok yang dikagumi oleh sang raja dan bahkan bagai ayah angkatnya ini telah membuat raja Majapahit merenungi kepergiannya dan memandang dari kejauhan (karena wewaler itu) sebuah gunung suci : Wilis, tempat para ksatrya memingit diri sejak era Kahuripan pecah menjadi dua : Dhaha dan Jenggala. Bahkan sang raja meminta agar kelak bila wafat, sebagian abu jasadnya di candikan di tempatnya merenung dan memandangi gunung suci itu (Ngetos, Nganjuk). Agar sampai kapanpun bisa mengenang ayah angkatnya yang banyak berjasa pada keluarga Rajasa dan Negara : Sang Mahapatih Hamengkubhumi GAJAHMADA.

Catatan :
Mungkin NGETOS translasi dari NGERTOS atau kosa kata lengkapnya PANGERTOS. Artinya Raja Majapahit mengerti inti pesan terakhir sang Mahapatih, dan menghormati pesannya dengan cukup memandang dari jauh.



Share on Google Plus

About Fileski Channel