SEDEKAH BUKU

Negerikertas.com menyalurkan bantuan SEDEKAH BUKU untuk taman baca di berbagai pelosok daerah yang kekurangan buku bacaan. Kirimkan buku ke alamat: Fileski 085731803357 | Jl Koperasi A08 | Banjarejo | Kec.Taman | Kota Madiun. Bisa juga berupa uang ke rek BCA 1771531313 a/n Walidha. Madiun

FILOSOFI BURUNG KERTAS

Filosofi burung kertas (千羽鶴 Senbazuru?) adalah kumpulan origami berbentuk burung ( tsuru) yang dirangkai bersama dengan benang. Legenda Jepang menyatakan bahwa siapapun yang melipat kertas-kertas menjadi seribu burung maka satu permohonannya akan dikabulkan, misalnya memperoleh umur yang panjang atau sembuh dari penyakit. Dilatarbelakangi olehkepercayaan rakyat Jepang bahwa burung adalah salah satu makhluk suci (yang lainnya adalah naga dan kura-kura), dan konon dapat hidup selama ribuan tahun. Di Jepang, sudah biasa diceritakan bahwa melipat seribu burung kertas dapat mengabulkan permohonan seseorang. Ini membuatnya menjadi hadiah spesial bagi keluarga dan teman.
Secara tradisional, seribu burung kertas diberikan sebagai hadiah pernikahan oleh pihak ayah, yang mengharapkan kebahagiaan dan kemakmuran jangka panjang kepada anak dan menantunya. Seribu burung kertas juga dapat diberikan kepada bayi yang baru lahir agar berumur panjang dan sehat sentosa. Menggantung seribu burung kertas di rumah juga dipercaya sebagai jimat pembawa keberuntungan.
Seribu burung kertas menjadi simbol perdamaian dunia melalui kisah Sadako Sasaki, seorang gadis Jepang yang mencoba berjuang melawan penyakit leukemia yang dideritanya sebagai dampak radiasi ledakan bom atom di Hiroshima ketika Perang Dunia II. Ia mencoba membuat seribu burung kertas, namun hanya mampu mencapai jumlah 644 sebelum meninggal, dan teman-temannya melanjutkan impiannya. Setelah genap seribu, mereka menguburkan semuanya bersamanya. Kisahnya dimuat dalam buku Sadako and the Thousand Paper Cranes. Kisah ini merupakan suatu versi. Menurut Museum Memorial Perdamaian Hiroshima, ia mampu mewujudkan seribu burung kertas.
Beberapa kuil, termasuk di Tokyo dan Hiroshima, memiliki api abadi untuk doa perdamaian dunia. Di kuil tersebut, rombongan sekolah maupun perorangan menyumbangkan seribu burung kertas untuk mendoakan perdamaian dunia. Burung kertas tersebut dipajang di ruang terbuka, perlahan-lahan memudar dan robek seiring permohonan mulai dikabulkan. Hal ini mirip seperti bendera doa di Indiadan Tibet.


Share on Google Plus

About Fileski Channel