.

di negeri kertas, tidak ada koruptor. setiap orang punya ketahanan ekonomi, baik rakyat biasa dan pejabatnya, semua ikut patungan/gotongroyong membangun negeri. demokrasi berjalan natural tanpa money politic. tidak seperti negeri tetangga yang rakyatnya kelaparan hingga rela menukar suara dengan sekantong sembako. #fileski

ENDORSEMENT: KITAB PUISI NEGERI KERTAS & BUKU JEJAK INSPIRASI FILESKI

Kirana Kejora - (Novelis Best Seller Air Mata Terakhir Bunda & Ayah Menyayangi Tanpa Akhir)
"Mengendapkan puisi-puisi Fileski seperti menyaksikan sajian orkestra dengan sayatan jernihmenyenangkan sekaligus menyayat melarakan. Lugas, bernas, lalu memanas, itu simpulmelodinya yang bisa saya dengar dan rasakan. Teruslah bentangkan sayap untuk penerbangan-penerbangan ke langit aksara berikutnya. Badai angin akan semakin melambungkan tinggiterbangmu Fileski. Eagle fly free!"

Asrizal Nur (Penyair - Puisi Multimedia)
"Pertemuan saya dengan " pengembara" ini  di Singapura beberapa waktu silam, melahirkankerinduan di hati saya akan lahir karya-karyanya dari pengembaraan hidupnya, bagi sayaperjalanan hidup : perih, suka, cinta, dan rindu yang dijalani langsung oleh penyair akanmenjadikan puisi-puisinya lebih bernas. Tiba-tiba saya dikejutkan dengan telah lahir antologipuisi pertamanya dan benar saya menemukan pengembaraan hidupnya di puisi itu.Selamat Fileski "

Dimas Arika Mihardja (Prof. Dr. Sudaryono)
"Puisi dalam kadar tertentu mengutamakan musikalitas, korespondensi, dan intensifikasi. Puisiyang terkoleksi dalam buku ini secara apik memadupadankan potensi Fileski dalam hal olahdiksi yang berkorespondensi dengan musikalitas, dan secara intensif menguak beragamfenomena yang diabadikan dalam puisi padu-padat dengan harmonisasi internal dan eksternal"

Tengsoe Tjahjono - (Sastrawan)
"Jika kehidupan itu kaya oleh fenomena dan peristiwa, Fileski telah berhasil merangkumnyadalam puisi-puisi yang telah ditulisnya. Ia tidak hanya menuliskan apa yang dijumpai, tetapi jugayang dialami dan dirasakan, dan sekaligus menunjukkan sikap kritisnya terhadap fenomena atauperistiwa itu. Dengan untaian bahasa yang lembut, nyaris mirip dengan suara yang ditimbulkanoleh gesekan biola, puisi-puisi Fileski akan sampai ke dalam jiwa pembaca"

R.Giryadi - (Penulis dan Pengelola Majalah Sastra Kalimas) 
"Puisi Fileski seperti pengejawantahan suara gesek biola yang ia mainkan dengan penuh dinamika. Puisi Fileski seperti mewakili nada-nada biola lewat kata-kata. Terkadang melengking, menjeritkan tragedi. Tetapi terkadang mendayu mendendangkan merdu cinta nan romantis. Fileski adalah 'dua sosok' yang menjelma jadi satu yaitu: "musik yang puitis" 

Dadang Ari Murtono - (Penyair & Cerpenis)
"Bebrapa kali saya melihat Fileski di panggung membaca sekaligus menyanyikan puisi sambil bermain biola, dan saya begitu betah menyaksikan keseluruhan pertunjukannya dalam buku puisinya ini, yang tentu saja berbeda cara penikmatannya dengan ketika dipanggungkan, saya masih merasakan kebetahan itu meski dengan kadar yang tak sama" 

Anie Din - (Novelis & Penyair Singapura) "Fileski yang kukenal, (melekat sayang di hatiku kerana usianya yang sebaya dengan cucuku), kami pernah bersama bersusah senang dalam mengharungi kembara untuk menangguk ilham berkisah dengan menaiki bas atau kereta api, adalah anak yang sabar dengan karenah kehidupan. Ia pandai merekam peristiwa dengan kekayaan kata-kata, Komposer yang berbakat dalam Musik Sastera, sangat mahir dengan gesekan biolanya, menghasilkan komposisi musik yang diilhami dari karya puisi, cerpen, dan novel, hingga beliau digelar ‘Poet Musician’. Karyanya yang terbit dari hati, di samping banyak mendengar, memandang dan menghayati sendiri secara alami, mencetuskan sentuhan puisi yang memaparkan kasih sayang dan segala perasaan dan semuanya terangkum dalam Kitab Puisi Negeri Kertas"

F Aziz Manna (Penyair)
"Dalam 'Kitab Puisi Negeri Kertas' ini, Fileski menyelami kerinduan pada yang terkasih, rindu atas Negeri, serta rindu pada Sang Pencipta. Tengoklah larik puisi yang memukau ini: Nafas huruf-huruf muram beterbangan/Berjejal mengantri memahatkan diri/Pada salib-salib kegelapan/Pada rindu yang menyisakan malam (Musnah)Juga yang ini: Tubuhmu layaknya kapal karam yang kurengkuh/Dan kembali berlayar (Aku Budakmu)Buku ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki romantika dirinya"

Ananto Sidohutomo (Dokter & Budayawan)
"Ketika terbersit nama Fileski di benakku, tak ayal lagi kenangan melompat pada sosok sederhana yang sabar dalam berkarya, berkemauan keras pantang menyerah dan memiliki batu cadas idealisme dalam berkesenian. Sederhana dalam berpenampilan, sabar dan berkemauan keras seperti ketika harus menyelesaikan karya selama 11 jam tampil nonstop dalam musik puisi, dengan 11 jenis alat musik, serta meletup-letupnya jiwa idealismsesuai dengan gelora usia mudanya. Dari kenangan inilah satu demi satu puisi dalam buku ini aku lahap untuk memuaskan dahaga terhadap perwujudan kontemplasi panjang perenungan seorang seniman sastra Fileski. Puisi Negeri Kertas segera menyita perhatianku, tentang sebuah mimpi yang bisa terwujud bila kita bersama-sama menginginkan dunia bersatu dalam damai. Usia muda dan gejolak dalam jiwa untuk menentukan sikap disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun terukur diksinya, hingga mampu menempatkan kata sesuai makna dan pemahaman pembacanya".

Muhammad Rois Rinaldi (Penyair)
"Persoalan sastra, persoalan penempatan anak muda dengan bijak. Kiranya begitulah ungkapan untuk menggambarkan kesusastraan dan dunianya. Fileski yang merupakan barisan muda menerbitkan antologi puisi tunggal dengan tema-tema kekinian. Ini penting dicatat dan diingat. Hari ini dan hari mendatang, puisi-puisi yang ia tawarkan semoga memperkaya khazanah kesusastraan Indonesia"

__________________________________________________
Dalam facebook ada bagian yang disebut timelines, garis waktu. Membaca garis waktu berartimembaca jejak seseorang, baik jejak tubuh maupun jejak gagasan. Jejak gagasan Fileski dapatpula diikuti dengan membaca status yang ditulisnya di garis waktu yang dipunyai. Tulisan-tulisan yang terbaca terkesan sangat kritis dan reflektif. Dia bisa hadir sebagai jendela dancermin. Sebagai jendela kita akan diajak melihat pengalaman-pengalaman baru, sebagai cerminkita diajak untuk melihat diri kita sendiri, mawas diri.(Tengsoe Tjahjono)





Share on Google Plus

About Fileski Channel