.

.

KETIKA DEWASA MENJELANG ~ Khanis Selasih ~



"Hidup sekali, lalu setelah itu mati"

Kita pasti sudah sering mendengar kata yang tersebut di atas.
Memang benar adanya. Hidup di dunia yang fana, yang pasti akan hancur ini hanya sekali. Setelah itu kita akan mati. Lalu akan hidup di akherat, di kehidupan dengan dimensi yang berbeda untuk selamanya dalam suatu moment yang berbeda pula, yaitu untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita selama hidup di dunia.

Setelah kita tahu akan masa depan kita yang pasti adalah akherat. Masihkah kita sanggup berbuat keburukan hingga berujung merusak di kehidupan kita sekarang?
Lalu apa yang akan kita bawa pulang kelak?
Kemudian apa yang akan terjadi pada kita dan anak cucu kita nanti, jika tidak mulai dari sekarang merubah haluan dari perilaku  yang buruk ke perilaku yang baik, yang bisa menjadi tauladan buat anak cucu kita.
Rasanya tidak ada alasan lagi yang membenarkan kita harus berada di haluan yang salah.
Sudah waktunya buat kita untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya dan semakin baik untuk hari-hari esoknya yang akan datang.
Harus mulai dari sekarang, dari diri kita sendiri secara pribadi untuk berhijrah.
*****

UMUR DEWASA
----------------------
Waktu yang terus berlalu bahkan mungkin setiap detak angka jam penunjuk waktunya terkesan berpacu dengan kehidupan kita.
Di mana setiap fase kehidupan pun terus melaju tanpa bisa dihitung lagi dengan hitungan jari jemari kita.
Hanya dengan hitungan waktu dalam setahun demi setahun dari hari kelahiran kita, yaitu hari di mana seorang ibu harus meregang nyawa, mempertaruhkan seluruh hidupnya hanya untuk kehidupan seseorang yang baru. Sebuah nyawa baru dan itulah sang jundi yang telah dikandungnya selama sembilan bulan sepuluh hari di dalam sebuah wadah paling istimewa di bumi ini yaitu rahim.
Rahim adalah suatu wadah yang khusus Allah ciptakan di setiap organ tubuh seorang wanita. Dan rahim akan berfungsi dengan baik keberadaannya bila wanita tersebut sudah beranjak dewasa. Dewasa di sini maksudnya sudah bisa bertanggung jawab atas segala yang terjadi pada dirinya.
Rahim sendiri mempunyai arti kasih sayang, seperti halnya kasih sayang Allah Azza Wajalla yang tersurat dalam lafal "Bismillahirrahmannirrahiim"

Maka tatkala seorang muslimah beranjak dewasa, harus sesegera mungkin menjaga kesucian dan kehormatannya denga menggunakan busana muslimah secara syar'i dan amat sangat menjaga pergaulannya terutama dengan laki-laki bukan muhrim.
*****

Dalam suatu teori psikhologi, usia menjelang dewasa ditetapkan mulai delapan belas tahun.
Usia yang yang diharapkan sudah dewasa dan bisa dibebani suatu tanggung jawab berkisar di usia dua puluh tahunan.

Tidak ada yang pasti sebetulnya untuk penentuan usia dewasa tersebut.
Dalam Al quran dan Hadist pun tidak tertulis secara pasti.
Hanya di dalam Islam seseorang yang sudah aqil baliq, harus mulai belajar untuk bertanggung jawab dan kepadanya sudah dibebankan dosa apabila melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wata'ala.
Sebagaimana yang sudah ditetapkan sifat dan hukumnya suatu aturan itu oleh-Nya.
Yaitu mengenai halal dan haramnya suatu benda maupun perilaku. Juga termasuk wajib ataukah sunnahnya suatu ibadah tersebut di dalam hukum ketentuan Allah.

Dilihat hal tersebut, sebenarnya usia remaja sekitar dua belas tahun bila sudah aqil baliq bisa saja dikatakan dewasa. Namun pada kenyataan yang ada usia dua belas tahun belum bisa disebut dewasa. Sisa-sisa sifat manja atau sifat "Semau Gue" masih melekat sangat pada anak usia remaja.

Dalam sebuah hadist yang shahih, Rasulullah pun tidak menyebut usia pasti untuk seseorang bisa disebut dewasa. Hanya saja Rasulullah pernah memberikan ijin kepada seorang remaja muslim yang berusia lima belas tahun untuk ikut berperang. Beberapa sahabat Rasul ada yang menganggap usia lima belas tahun adalah usia awal sebagai penentu seorang remaja bisa dikatakan telah dewasa.
Karena dunia peperangan adalah dunia orang dewasa. Jika Rasul mengijinkan seorang remaja berusia lima belas tahun ikut berperang, itu artinya dia telah dewasa.

"Dari Ibnu Umar RA, ia meminta kepada Rasulullah SAW untuk jadi tentara pada waktu peperangan Uhud, sedangkan dia waktu itu berusia empat belas tahun.
Beliau tiada membolehkan.
Kemudian dia kemukakan pula permohonan pada peperangan Khandaq dan dia telah berusia lima belas tahun.
Beliau mengabulkan permohonannya."
(HR. Bukhari, No.1241)
*****

'AURAT DEWASA
------------------------
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya tentang aurat. Sebenarnya berpakaian dengan menutupi aurat, sudah harus diberlakukan ketika seorang anak keluarga Islam telah aqil baliq.
Dan jauh sebelum memberlakukan untuk berpakaian menutup aurat, sudah pula kita bahas anjuran untuk membiasakan berpakaian yang sopan dan tertutup rapi sejak usia dini di masa kanak-kanak.

Sekedar mengingatkan kembali bahwa aurat laki-laki adalah mulai pusar hingga lutut.
Akan tetapi akan lebih baik jikalau laki-laki tersebut berpakaian yang sopan dan tertutup rapi bagian dada, punggung hingga mata kaki. Terlebih lagi bila laki-laki tersebut berada di tengah-tengah orang banyak.

Pembahasan yang panjang tentang 'aurat adalah pada 'auratnya wanita.
Seorang wanita dewasa yang tentunya seluruh bentuk tubuhnya pun telah menyimpan titik-titik magnet pemikat lawan jenis, haruslah berpakaian yang menutup seluruh tubuhnya sesuai dengan ketentuan busana muslimah yang syar'i.

Ada pun busana muslimah yang sesuai syar'i adalah busana yang menutup seluruh 'aurat wanita kecuali bagian muka (wajah) dan telapak tangan.

Dalam Al quran Allah berfirman,
"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu'min, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka"
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun."
(QS.33. Al Ahzab : 59)

Rasulullah berkata kepada Asma, "Wahai Asma sesungguhnya apabila wanita itu telah menginjak dewasa tidak boleh terlihat daripadanya kecuali ini dan ini, Nabi menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya."
(HR. Abu Dawud)

Busana muslimah yang sesuai syar'i harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu :
1. Longgar, tidak sempit atau membentuk tubuh.
2. Tidak tipis atau transparan sehingga membayangkan tubuh.
3. Tidak menyerupai pakaian laki-laki semisal celana panjang yang terlihat membelah kaki layaknya laki-laki.
Kalau pun harus terpaksa memakai celana panjang, maka celana tersebut dipakai dengan cara tersembunyi di dalam gamis atau jubah.

Busana muslimah tersebut harus selalu dipergunakan dalam setiap keadaan terlebih bila berada dilingkungan yang banyak berinteraksi dengan orang-orang bukan muhrim.

Busana muslimah yang syar'i hanya boleh dilepas bila berhadapan dengan suami, ayah (termasuk ayah tiri), ayah suami, putera-putera (anak kandung), putera-putera suami (anak tiri), saudara-saudara (seayah atau seibu), putera-putera saudara laki-laki (keponakan), wanita-wanita muslimah, budak (pembantu) yang mereka miliki, pelayan laki-laki yang tidak punya keinginan (terhadap wanita), anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. (Lihat QS.24. An-Nuur : 31)

Selain harus berpakaian sesuai syar'i, muslim maupun muslimah dewasa, harus juga menjaga pandangan matanya kepada lawan jenis dan hal-hal lain yang tidak patut dilihatnya.
Dalam istilah keren agama Islam disebut dengan "Gadhul Bashor" menundukkan pandangan mata.
*****

MASA PENENTU
----------------------
Masa dewasa adalah masa di mana seorang muslim dan muslimah harus sanggup menjalankan beban kewajiban yang merupakan tuntutan Allah atas dirinya semaksimal mungkin.

Masa dewasa adalah penentu akan masa depan.
Di masa ini, harus mulai berpikir ke arah mana tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Dan sebaik-baiknya tujuan dalam kehidupan di dunya ini,  yaitu bertujuan menjadi orang sholeh, seorang muslim yang mu'min (beriman).
Begitu juga saat kita sudah menjadi orang tua kini, doa yang terbaik buat anak kita yaitu mendoakannya menjadi anak sholeh.

Harus selalu diingat bahwa akan terputus seluruh amalan manusia di dunia ketika wafat, kecuali tiga hal yang akan terus bersamanya hingga akherat kelak, yaitu :
1. Ilmu yang bermanfaat
2. Amal Jariyah
3. Anak sholeh, yang selalu mendoakan kedua orangtuanya.

Sebelum segalanya terlambat. Sebelum datang masa nazza' (sakaratul maut), marilah kita tinggalkan semua sifat dan sikap yang tidak berguna dan tak bermanfaat buat kehidupan di akherat kelak. Karena kematian tidak akan datang dengan membawa kabar terlebih dahulu.
Sedangkan waktu di dunia ini semakin melaju dan berpacu.

Jikalau di hari ini kita kehilangan hal-hal yang baik dan telah mendapati hari yang buruk.
Maka hilanglah sudah kesempatan kita untuk kembali ke hari yang telah berlalu hanya sekedar ingin memperbaiki semuanya.

"Wahai anak Adam, sesungguhnya kalian hanya kumpulan dari hari-hari. Setiap kali berlalu satu hari akan berlalu pula sebagian dari dirimu."
(Hasan Al-Bishri)

Mulailah dari sekarang meninggalkan segala hal yang tidak berguna dan sia-sia dalam hidup kita.
Seperti inti dari sebuah Hadist yang mengatakan bahwa sebaik-baik ke-Islaman seseorang itu adalah  meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.

Rasulullah bersabda :
"Diantara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya."
(HR. Tirmidzi)

Begitu banyak kenikmatan yang boleh jadi sangat menyenangkan untuk kita lakukan, akan tetapi mempunyai dosa besar sehingga harus kita tinggalkan dan menjauhi sejauh-jauhnya, seperti zina termasuk di dalamnya pacaran.

"Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Israa' : 32)

Pacaran adalah pintu dan jendela utamanya suatu perbuatan keji dan maksiat yang bernama "Zina" itu.

Sabda Nabi Muhammad SAW :
"Mata adalah pintu gerbang zina. Dan zina mata adalah pandangan."

"Zina mata adalah pandangan.
Zina telinga adalah pendengaran.
Zina lidah adalah kata-kata.
Zina tangan adalah memegang.
Zina kaki adalah melangkah
Zina hati adalah keinginan dan angan-angan.
Dan Zina kemaluan (farji) yang membenarkan itu semua atau mendustakannya."
(Muttafaq 'Alaih)

Semoga kita semua termasuk golongan yang dijauhkan Allah dari segala perbuatan yang keji dan maksiat bernama Zina.
Aamiin.. Allahumma Aamiin..
#Mentoring_Hati
Share on Google Plus

About Fileski Channel