SEDEKAH BUKU

Negerikertas.com menyalurkan bantuan SEDEKAH BUKU untuk taman baca di berbagai pelosok daerah yang kekurangan buku bacaan. Kirimkan buku ke alamat: Fileski 085731803357 | Jl Koperasi A08 | Banjarejo | Kec.Taman | Kota Madiun. Bisa juga berupa uang ke rek BCA 1771531313 a/n Walidha. Madiun

DONGENG: NEGERI KERTAS

Tersebutlah di sebuah Kerajaan Anta Barantah yang terletak di atas awan, hiduplah seorang Raja tampan bernama Raja Kuas beserta sang permaisuri cantik bernama Ratu Khanfas.

Suatu hari yang cerah, Raja Kuas berbahagia di tengah-tengah kesibukannya mengadakan upacara tujuh bulan kehamilan sang permaisuri yang mengandung putra mahkota pertama Kerajaan Anta Barantah.

Begitu bahagianya sang Raja akan upacara tersebut, Raja pun menyiapkan sendiri hadiah istimewa buat permaisuri.

"Permaisuriku yang cantik, terimalah hadiah dariku. Semoga engkau berkenan." kata Raja kepada Ratu, sembari menyerahkan kotak berlapis emas.

Ratu membuka kotak berlapis emas itu.
"Indah sekali Yang Mulia. Aku sangat menyukainya," jawab Permaisuri.

Permaisuri merangkai satu persatu origami burung hadiah sang Raja.
Origami burung yang berwarna-warni dirangkai dengan susunan warna yang berbeda-beda, hingga memberi kesan ceria dan bahagia. Rangkaian origami burung dijadikan hiasan ranjang, maka ranjang calon bayi putra mahkota Raja nampak indah dan ceria dengan hiasan rangkaian origami burung berwarna-warni yang menjuntai.
*****

Kerajaan Anta Barantah di awan sangat bahagia menyambut kelahiran sang putra mahkota.

Raja pun sangat bahagia begitu mengetahui bayi yang dilahirkan permaisuri berjenis kelamin laki-laki, kelak akan menggantikannya sebagai Raja di Kerajaan Anta Barantah di atas awan.
Raja memberinya nama Pangeran Pena.
*****

Waktu terus berjalan, Pangeran Pena tumbuh menjadi pemuda yang tampan.
Hingga datanglah masa di mana Pangeran Pena mulai merasakan sepi di hatinya.
Jika rasa jenuh dan sepi menghampiri hatinya, Pangeran Pena bermain dengan origami burung yang selalu menemaninya. Pangeran Pena pun sangat lihai membuat origami burung dengan segala ukuran. Dan ia sangat menikmatinya.

Demi mengusir rasa sepi di hatinya, origami-origami burung buatannya, ia terbangkan dari jendela kamarnya. Setiap kali ia terbangkan origami itu, setiap kali juga ia tuliskan di sana pesan dan harapan-harapannya.
*****

Sementara itu, di Negeri Dongeng yang terletak di bumi, hidup seorang putri yang cantik jelita bernama putri Kertas.
Orang tua Putri Kertas adalah Raja Goresan dan Ratu Gambar.

Beberapa hari ini, Putri Kertas menemukan origami burung warna merah tersangkut di pohon depan jendela kamar, terkadang juga tepat di jendela.

Setiap kali Putri Kertas menemukan origami burung yang selalu berwarna merah itu, setiap kali pula ia membaca sebuah tulisan di sana.
Tulisan berupa pesan dan harapan dari seseorang yang menerbangkannya. Pastinya itu tulisan Pangeran Pena.

"Di manakah kau akan hinggap, sampaikan salamku pada yang menemukannya ~ Pena" tulisan di origami pertama yang dibaca Putri Kertas.

"Di sini aku rindu akan teman sejati. Sampaikan rinduku padanya ~ Pena." tulisan di origami kedua.

"Hariku kian sepi menunggu datangnya cinta ~ Pena." tulisan di origami ketiga.

"Jika engkau untukku, kirim kembali ini dengan cinta ~ Pena." tulisan ke-empat.

Pada tulisan ke-empat, Putri Kertas mulai galau dan rasa ingin tahunya tentang sosok bernama Pena sangatlah besar.

"Siapa sebenarnya Pena? Dia seorang laki-laki ataukah perempuan? Dari negeri mana ia berasal?" tanya Putri Kertas pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba datang origami kelima. Sepertinya tahu akan kegalauan Putri Kertas.
Origami kelima menjawab semua rasa ingin tahu Putri Kertas akan sosok Pena penulis pesan-pesan di origami yang selama ini diterimanya.
Tertulis di sana :
"Cinta ini dari hati yang sepi dari Kerajaan Anta Barantah di atas awan. Aku menunggumu ~ Pangeran Pena."

Mengetahui bahwa pengirim origami ternyata seorang Pangeran, Putri Kertas merasakan getaran di hatinya. Ia kian galau untuk mengambil keputusan mengirim kembali origami itu atau membiarkannya saja.
Putri Kertas memilih mengabaikan pesan di origami. Ia tidak mengirimkan kembali sebagai balasan darinya.
*****

Tiga hari berlalu sudah. Di setiap paginya tatkala Putri Kertas membuka jendela, ia selalu mencari origami burung merah yang selama ini ia temukan. Namun sejak origami kelima diterimanya, hingga tiga hari ini tiada lagi origami ke-enam dan selanjutnya.

Entah kenapa, Putri Kertas merasakan ada yang hilang darinya setiap kali ia tak menemukan origami burung merah di balik jendela atau di atas dedaunan pohon itu.
*****

"Ini hari ketujuh tanpa origami, jika saat kubuka jendela, tidak kutemukan lagi origaminya" ucap Putri Kertas lirih, merasa putus asa sambil tangannya membuka kunci jendela kamar.

"Origamii...!" pekik Putri Kertas saat melihat origami burung merah kembali ia temukan.

"Menunggumu tanpa kabar. Rindumu bukan untukku, sepi menghukumku. Selamat tinggal ~ Pena" tulisan di origami ke-enam.

Putri Kertas menangis membaca pesan itu. Ia sangat sedih. Cepat-cepat ditulis balasannya dan segera menerbangkannya kembali.
"Pulanglah ke Pangeran Pena" kata Putri Kertas pada origami.
*****

Pangeran Pena di ambang putus asa. Ia mulai bosan membuat origami. Mencoba membuang rasa lelah jiwanya dengan memandang awan.
Tiba-tiba origami burung merah buatannya, jatuh tepat di kakinya.
Dipungutnya, dibukanya perlahan, lalu dibaca pesan yang tertulis di sana.
"Terimalah rindu dari Negeri Dongeng di bumi. Sepimu segera berlalu ~ Putri Kertas."

"Waoww... Ternyata selama ini yang menemukan origamiku seorang putri. Pasti dia sangatlah cantik" teriak Pangeran Pena bahagia.
Lupa ia akan sedihnya.

Dibuatnya lagi origami yang lebih besar dan ia terbangkan dengan pesan di dalamnya.

Origami ketujuh yang diterima Putri Kertas adalah origami terbesar dan terindah dari sebelumnya.
Pesan di sana tertulis, "Rindu kita akan menyatu. Esok kubawa cinta untukmu. Tunggu aku menjemputmu ~ Pena."
*****

Singkat cerita, Pangeran Pena menikahi Putri Kertas.
Raja Kuas memberikan hadiah pernikahan sebuah istana kertas yang megah.
Sedangkan Raja Goresan memberikan sebagian dari wilayah Negeri Dongeng sebagai hadiah pernikahan putrinya dengan Pangeran Pena.
Pangeran Pena dan Putri Kertas menyatukan hadiah dari kedua orang tuanya dalam satu wilayah kerajaan yang diberinya nama "Negeri Kertas" dengan Istana Kertas yang megah di dalamnya.
Mereka pun hidup bahagia, berdampingan, saling mencintai dan menyayangi.
***@***


Oleh : Khanis Selasih
-----------------------------



Share on Google Plus

About Fileski Channel