.

.

SURAT YANG DIKIRIM SENJA: Puisi Dimas Arika Mihardja


Surat yang dikirim Senja, bertinta biru
bersampul angin lalu, "lama aku merona, merana, lalu meronta
menanti janji-janji bertemu, tak jemu aku menunggu di muka pintu
tetapi bayangmu tak juga melintas di jalan itu. Aku datang  padamu
saat padam lampu agar kaunyalakan lilin-lilin kecil dan kita bersama menyanyi
sudah bebas negeri imaji"

Senja termangu di muka pintu. Tangannya memegang senapan laras panjang
Ia membidik pada satu angkja di lalender, angka itu berwarna merah
tepat hari yang dijanjikan, hari penantiaan
dan perpisahan

angka di kalender itu gemetar. Pucat. Senja mengokang senjata
dan angka itu pun berdarah .... kata Senja, "telah kuarahkan bidikan
tepat ke jantungmu, pulanglah kembali ke dalam palung Cintaku."

Oktober 2014
Dimas Arika Mihardja
Share on Google Plus

About Fileski Channel