SEDEKAH BUKU

Negerikertas.com menyalurkan bantuan SEDEKAH BUKU untuk taman baca di berbagai pelosok daerah yang kekurangan buku bacaan. Kirimkan buku ke alamat: Fileski 085731803357 | Jl Koperasi A08 | Banjarejo | Kec.Taman | Kota Madiun. Bisa juga berupa uang ke rek BCA 1771531313 a/n Walidha. Madiun

KABAR DARI PENGADILAN NEGERI SURABAYA : "KASUS TROWULAN"

 
 
Hari ini Kamis Pon 16 Oktober 2014, Persidangan Ke-19 yang diagendakan untuk menghadirkan Penyidik Perkara dari Ditreskrimsus Polda Jatim gagal digelar. Karena Jaksa Penuntut Umum tidak berhasil menghadirkan pihak penyidik ke persidangan, atas ijin Majelis Hakim pemeriksa perkara dan kesepakatan antara Jaksa Penuntut Umum dengan Penasehat Hukum maka sidang ditunda satu minggu lagi pada Kamis 23 Oktober 2014.
Mungkin kasus pencemaran nama baik berdasarkan UU ITE berlatar belakang upaya perlindungan atas Kawasan Cagar Budaya Nasional Bekas Ibukota Kerajaan Majapahit di Trowulan ini akan "memecahkan rekor jumlah persidangan serta lamanya waktu persidangan untuk kasus sejenis". Betapa tidak, hal tersebut disebabkan melibatkan kepentingan besar negara atas kawasan konservasi budaya dan sejarah. Telah membuat banyak pihak campur tangan : DPRD Kabupaten Mojokerto, DPRD Provinsi Jawa Timur, DPR RI Komisi X, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Pekerjaan Umum RI, Gubernur Jawa Timur, BPPI, Presiden RI, Kepolisian RI, Kejaksaan Agung RI dan banyak lagi elemen masyarakat.
Pelapor : Sundoro Sasongko yang juga investor Pabrik Baja PT. MANUNGGAL SENTRAL BAJA yang ditolak keberadaan industrinya di kawasan konservasi Trowulan juga menggugat ke PTUN atas keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI atas batas wilayah area konservasi yang dirancang sejak tahun 2009, jauh sebelum industri baja tersebut masuk dalam kawasan. Syukur keputusan PTUN telah "MENOLAK" gugatan yang bersangkutan dengan dasar pertimbangan "Kepentingan Negara tidak bisa dikalahkan atau dipinggirkan oleh kepentingan perusahaan atau perorangan". Kini tinggal menyisakan kasus saya di Surabaya yang masih dalam proses peradilannya. Tapi jumlah diatas 20 kali persidangan adalah "luar biasa", kiranya perlu bagi kami untuk bertemu kembali dengan Presiden RI dan perangkat barunya guna membicarakan masalah ini. Lagi pula ada keanehan dengan penolakan oleh lembaga-lembaga resmi negara serta proses hukum PTUN, Bupati Mojokerto dan perangkatnya yang mengeluarkan perijinan secara sepihak ternyata "belum juga mencabut ijin yang pernah diberikan kepada pengusaha".
MAJAPAHIT memang LUAR BIASA, gelombang gejolaknya ternyata mampu menggoncang pemerintah pusat maupun internasional (UNESCO dan WMF). Kadang layang-layang yang hendak terbang tinggi harus menunggu angin besar dan bergerak melawannya.
JAYA - JAYA - WIJAYANTI
Surabaya, 16 Oktober 2014 
Share on Google Plus

About Fileski Channel