.

.

FILESKI PECAHKAN REKOR MUSIKALISASI PUISI 11 JAM NONSTOP

Surabaya - Puncak dari serangkaian acara Festival Lan Fang berakhir meriah. Acara berlangsung di ballroom mall Pakuwon Trade Center Surabaya, Minggu (11/3) kemarin.
Pemecahan Rekor Musikalisasi Puisi oleh Fileski bertema “Mom Please Don’t Die” berkolaborasi dengan 257 pembaca puisi secara maraton sehari tanpa henti.
Fileski pada acara itu memainkan 11 alat musik yang terdiri dari biola, cello, piano, gitar, perkusi, dan berbagai alat musik tiup seperti saluang, suling Sunda, suling Bali, flute Irlandia, khlui Thailand serta recorder.
Fileski memainkan alat musik tersebut satu per satu sesuai jenis puisi yang dibacakan para peserta. Apabila puisi itu berisi muatan emosional yang kelam dan mencekam, maka Fileski mengiringinya menggunakan alat musik cello dengan gesekan yang memacu emosi para penonton.
Sedangkan apabila puisi tersebut mengekspresikan kesedihan, maka tiupan suling dan gesekan biola Fileski tak kalah mirisnya hingga membuat beberapa penonton meneteskan air mata.
Sejak acara dimulai pada pukul 10.00 pagi, Fileski sudah siap di stage dengan berbagai alat musik yang mengitarinya. Fileski berkolaborasi dengan seluruh pembaca puisi hingga acara berakhir pada jam 21.00 malam.
Ketua Umum pelaksana Festival Lan Fang, Dr. Ananto Sidohutomo pun sangat salut atas semangat Fileski yang tak redup sedikitpun. Di akhir acara Dr. Ananto memberi sebuah pelukan dan ucapan selamat untuk Fileski. Begitupun dengan ketua koordinator sie acara, Titie Surya sangatlah terharu atas rekor yang dipecahkan oleh Fileski.
“Berkat performance Fileski lah, acara ini dapat berjalan lancar dan sukses. Musik yang dimainkan pun benar-benar pas walau tanpa latihan, itulah keistimewaan yang dimiliki Fileski. Saya sangatlah bangga padanya,” ujar Titie Surya.
Fileski pun seakan tak percaya akan rekor pribadi yang dipecahkannya tersebut, karena ia menikmati setiap waktu pada saat memainkan 11 alat musiknya selama 11 jam tanpa henti. Ia sangatlah bersyukur akan rekor ini.
“Saya bisa bertahan bermain musik selama 11 jam karena terbawa suasana haru biru dari para sahabat Lan Fang yang dengan gegap membacakan puisi, saya berusaha menyelami ekspresi mereka, menyerap kata demi kata yang terlontar, lalu meresponnya dengan nada-nada dari instrument musik. Rekor ini memang tidak masuk MURI, karena awalnya saya tertantang oleh tawaran dari Ketua Umum pelaksana Festival Lan Fang, Dr. Ananto Sidohutomo untuk berkolaborasi dengan seluruh pembaca puisi selama acara berlangsung, dan saya menyanggupi dengan penuh antusias. Doakan saja saya banyak rezeki untuk membayar administrasi pendaftaran ke panitia museum rekor Indonesia sehingga di lain kesempatan saya bisa meraih rekor MURI,” kelakar Fileski.

Oleh: Masruroh

Share on Google Plus

About Fileski Channel